ANGKASA NEWS: MAJU UNTUK BERSAMA KAMI

News
Loading...
Showing posts with label ABNS ASIA - AFRIKA. Show all posts
Showing posts with label ABNS ASIA - AFRIKA. Show all posts

Tuesday, 7 November 2017

Jejak Minhati, Istri Pentolan ISIS Filipina Dari Bekasi

Minhati Madrais. (Foto: abs-cbn)

Seorang perempuan warga Indonesia, Minhati Madrais, ditangkap anggota kepolisian nasional Filipina. Ia diamankan saat berada di 8017 Steele Makers Village, Tubod Iligan City, Minggu (5/11) waktu setempat.

Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Gabungan Armed Forces of the Philippines (AFP) dan Philippine National Police (PNP) dari ICPO, MIB, ISG, dan CIDT-Lanao. Minhati ditangkap beserta enam anaknya, yakni 4 putri dan 2 putra.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, polisi mengamankan empat pin detonator, dua kabel detonator, dan jam khusus saat menangkap Minhati. Paspor Minhati yang telah kadaluarsa pada September 2016 turut disita dalam penangkapan itu.

“Saat ini Minhati bersama anaknya berada di kantor polisi Iligan City untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan sudah mendapat kabar tentang penangkapan Minhati dari Konsulat Jenderal RI di Davao. Hingga kini mereka masih menunggu pemberitahuan dari aparat Filipina kapan bisa menemui Minhati.

“Kita menunggu notifikasi dan akses konsuler untuk bisa mengkonfirmasi kewarganegaraan yang bersangkutan. Kita minta akses konsuler secepatnya,” kata Juru Bicara Kemenlu RI, Armanatha Nasir, kepada merdeka.com.

Catatan kepolisian RI, Minhati adalah WNI asal Bekasi, Jawa Barat. Berdasarkan catatan imigrasi Filipina, Minhati tiba di Manila Tahun 2015 dengan paspor Nomor A 2093379.


Minhati ke Filipina menyusul suaminya Omar Khayam Maute, yang tak lain petinggi ISIS negara tersebut. Soal Minhati merupakan istri Omar Khayam sebelumnya dibenarkan sang ayah, KH Madrais Hajar.

Dia mengatakan, putrinya dan Oman menikah di Mesir ketika masih sama-sama menjadi pelajar di sebuah perguruan tinggi pada 2008. Minhati mengambil jurusan Syariah, sementara Omar jurusan tafsir.

“Saya datang ke sana sebagai wali, setahun kemudian lulus, baru pulang ke sini,” kata KH Madrais, beberapa waktu lalu.

Menurut Madrais, Omar dan Minhati hanya dua tahun tinggal di Bekasi. Selama itu, Madrais meminta keduanya menjadi pendidik karena sudah menempuh ilmu ke Mesir.

Omar kemudian menjadi pengajar di pesantren daerah Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi selama dua tahun. Tak lebih dari dua tahun, Omar mengajak istrinya pulang ke Filipina.

“Itu keinginan saya (menjadi pendidik) supaya dia itu ngajar di sini, kita punya lembaga pendidikan,” kata dia.

Dia mengaku tak mengetahui motif di balik Omar pulang hingga membawa anaknya. Namun diduga karena Omar tak sepaham dengan keinginan keluarga istrinya yang memintanya menjadi pendidik.

“Selama dua tahun dirasakan kurang kerasan barang kali, itu hak dia (Omar) bawa istri, orang tua enggak bisa (menahan),” kata dia.

Sejak saat itu, Madrais sudah tak lagi menjalin komunikasi dengan menantunya. Hingga akhirnya ia mendapat kabar bahwa menantunya merupakan salah satu pimpinan kelompok Maute dan berafiliasi dengan ISIS yang menyerang Kota Marawi.

Madrais terkejut ketika mendapatkan informasi bahwa Maute terlibat dalam invasi Kota Marawi di Filipina, beberapa waktu lalu itu. Omar, tewas dalam operasi militer Filipina, itu.

(Merdeka/suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Monday, 6 November 2017

Mekanisme Pendekatan Sejumlah Media Terhadap Iran


Pemimpin redaksi bagian luar surat kabar Utusan Malaysia menjelaskan mekanisme pandangan sejumlah Malaysia terhadap Iran dan liputan berita-berita religi Qurani di sejumlah media ini.

Menurut laporan IQNA, Mahmud Mawardi, wartawan Malaysia dan pemimpin redaksi bagian luar surat kabar Utusan, dimana pekan lalu dan disela-sela penyelenggaraan pameran pers ke-23 di Mushalla Imam Khomeini (ra) menjadi tamu stan IQNA, memaparkan penjelasan-penjelasan tentang liputan media-media religi dan qurani di sejumlah media Malaysia dan opini media-media ini terhadap Iran.

Ia dengan mengisyaratkan bahwa sektiar 30 tahun aktif di kancah media mengatakan, ironisnya sebagian media Malaysia dalam penayangan berita tentang Iran terpengaruh oleh media-media barat dan merefleksikan berita-berita negatif sejumlah media Amerika dan Eropa.

Mahmud Mawardi menegaskan, terpengaruhnya sejumlah media Malaysia dari barat menyebabkan tidak terefleksikannya berita-berita mendetail dan benar tentang Iran.

Aktivis media Malaysia ini lebih lanjut meminta agar dilakukan upaya serius dan berlipat ganda untuk memperkenalkan dan mengidentivikasi secara lebih dalam tentang Iran lewat media-media internasional.

Pemimpin redaksi bagian luar surat kabar Utusan terkait liputan berita-berita religi dan Qurani di sejumlah media Iran juga mengatakan, pelbagai media di negara Malaysia dikhususkan untuk meliput fenomena-fenomena religi, namun sebagian media juga fokus secara mendetail tentang berita-berita religi dan menayangkannya.

Di penghujung ia mengingatkan, saya dalam perjalanan ke Iran telah mengetengahkan rekomendasi dalam ranah penyebaran dan penguatan hubungan media dan penandatanganan MoU guna memperkuat industri pariwisata dan turis.

Pameran pers ke-23 diselenggarakan 27 Oktober – 3 November, di Mushalla Imam Khomeini, di Tehran.


Simak Galerinya:




(IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Hindari Jerat Hukum di India, Zakir Naik Sembunyi di Malaysia

Foto: zeenews.india.com

Dokter sekaligus pendakwah asal India, Zakir Abdul Karim Naik, tersandung masalah di negerinya karena disangka menyebarkan paham radikal. Namun, kini lelaki itu dikabarkan bersembunyi di Malaysia buat menghindari jerat hukum di Tanah Hindustan.

Dilansir dari laman Reuters, Kamis (2/11), lelaki berusia 52 tahun itu terlihat ikut salat berjamaah di Masjid Putra, Ibu Kota Pemerintah Putrajaya, Malaysia. Dia dikawal dua ajudan. Perdana Menteri dan sejumlah anggota kabinet Negeri Jiran selalu menunaikan salat di rumah ibadah itu.

Menurut pengurus Masjid Putra, Naik sudah sebulan menunaikan Salat Jumat di sana. Kabarnya sejumlah orang juga sering melihat Naik salat di masjid lain, berada di rumah sakit, atau saat sedang bersantap di restoran di Putrajaya.

Ketika dicegat oleh reporter Reuters pada Oktober lalu soal penyelidikan kasusnya di India, Naik enggan membicarakannya.

“Maaf, tidak patut bagi saya berbicara dengan perempuan di tempat terbuka,” kata Naik saat itu.

Badan Penyelidik Nasional India (NIA) menjerat Naik dengan delik menyebarkan paham radikal. Mereka menggunakan dasar hukum Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Melanggar Hukum (UAPA). Naik dianggap menyarankan kaum muda melakukan aksi teror dan bergabung dengan organisasi seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pemerintah India sudah membekukan lembaga nirlaba Naik, Yayasan Penelitian Islam (IRF), dan perusahaan PT Harmony Media sejak tahun lalu. Mereka menganggap kedua lembaga itu bersekongkol dengan Naik, dan memancing permusuhan dan kebencian di antara umat beragama, sekaligus menghina kelompok-kelompok di dalam Islam dan agama lain.

Di dalam surat dakwaan, ceramah Naik dianggap dengan sengaja menghina agama Hindu, Nasrani, dan sejumlah paham dalam Islam yang menolak Wahhabisme. Materi khotbah Naik lantas direkam dan disebarluaskan oleh IRF dan Harmony Media dalam bentuk keping digital dan siaran langsung di televisi.

Pemerintah Inggris juga melarang kehadiran Naik. Namun, Malaysia nampaknya nyaman dengan kehadiran lelaki itu.

Sekelompok pegiat di Malaysia sudah mengajukan gugatan ke pengadilan tinggi supaya pemerintah setempat mengusir Naik, karena dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat yang majemuk. Sebab, sekitar 40 persen penduduk di Negeri Jiran merupakan non-muslim.

Naik menyangkal semua sangkaan dialamatkan kepadanya. Dia balik menuding menjadi sasaran karena popularitasnya oleh pemerintah dikuasai kelompok Nasionalis-Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Pemerintah Malaysia dianggap memberi ‘perlindungan’ supaya Naik terhindar dari jerat hukum di India. Apalagi, sejumlah petinggi negara Malaysia, seperti Perdana Menteri Najib Razak dan wakilnya, Ahmad Zahid Hamidi.

Di depan parlemen, Hamidi mengatakan Naik memang memperoleh status penduduk tetap di Malaysia sejak lima tahun lalu. Namun, dia menyatakan pemerintah Malaysia tidak memberi perlakuan istimewa kepada Naik. Dia juga mengaku sampai saat ini belum menerima permintaan apapun dari pemerintah India terkait dugaan terlibat terorisme disangkakan kepadanya.

“Selama ini dia tidak melanggar aturan atau hukum apapun di Malaysia. Maka dari itu tidak ada alasan hukum yang kuat buat menahan atau menangkapnya,” kata Zahid.

Di sisi lain, langkah pemerintah Malaysia, apalagi partai penguasa, mempertahankan keberadaan Naik di sana sarat dengan alasan politis. Mereka mencoba menggaet kalangan muslim Malaysia konservatif demi memenangkan pemilihan umum pada pertengahan 2018 mendatang. Salah satu cara adalah dengan ‘melindungi’ Naik yang juga populer di mata kaum muslim setempat, demi meraup suara.

“Dia (Naik) sangat populer di Malaysia, dan hal itu mampu menutupi sisi kontroversialnya. Kalau pemerintah Malaysia mengusirnya, maka mereka akan kehilangan kredibilitas di mata masyarakat,” kata pakar di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Rashaad Ali.

(Reuters/Merdeka/suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Saturday, 4 November 2017

Penyimpanan Alquran Dengan Khat Kufi di Museum Lahore


Direktur museum Lahore mengabarkan penyimpanan naskah Alquran dengan khat Kufi di museum ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs organisasi kebudayaan dan komunikasi Islam, guna membentangkan dan memperluas komunikasi dan interaksi kebudayaan antar markas-markas kebudayaan Iran dan Pakistan, Sayyid Majid Sadat Kiai, Pengawas Rumah Kebudayaan Iran di Lahore dengan hadir di museum bersari propinsi Punjab, bertemu dengan Humayun Mazhar, direkur museum Lahore dan berdialog tentang penyebaran komunikasi kebudayaan, seni, warisan sejarah dan peradaban bersama.

Humayun Mazhar dalam pertemuan tersebut dengan mengisyaratkan penyimpanan perbendaharaan seperti Masnawi Maulawi, Bustan dan Golestan Sa’di dan Alquran dengan khat Kufi di museum Lahore mengatakan, lebih dari 80% naskah khat museum ini berbahasa Persia.

Ia demikain juga dengan mengisyaratkan sejarah peluncuran museum Lahore mengatakan, museum ini termasuk museum terkuno dan terdokumenter Pakistan dan demikian juga termasuk museum terbesar Asia Tenggara.

Direktur museum Lahore mengisyaratkan adanya naskah khat bahasa Persia di museum ini. Ia menambahkan, di bagian tulisan museum, ada naskah khat, dimana lebih dari 80%nya ditulis dengan bahasa Persia.

"Karya sejarah dan naskah-naskah khat perbendaharaan seperti Masnawi Maulawi, hikayat Sa’di, Bustan, dan Golestan, cerita Yusuf dan Zulalikha, Laila dan Majnun serta Alquran dengan khat Kufi disimpan di museum Lahore,” tegasnya.

Mazhar dengan mengungkapkan kesenangannya untuk menciptakan komunikasi dan interaksi dengan Rumah Kebudayaan Iran di Lahore mengatakan, untuk lebih mengenal kapasitas kebudayaan dan seni Iran dan Pakistan harus menyiapkan ranah pertemuan dan kunjungan kedua belah pihak antar para pengurus dua negara bersahabat dan bertetangga ini.

Lebih lanjut, Sadat Kiai, Pengawas Rumah Kebudayaan Iran di Lahore dengan menegaskan penyebaran komunikasi kebudayaan antara Iran dan Pakistan mengatakan, dari dulu sampai sekarang terdapat peradaban besar, dimana banyak karya darinya dipamerkan di sejumlah museum dan sudah pasti melihatnya untuk kesemuanya, khususnya bagi para peneliti dan cendekiawan amatlah bermanfaat.

"Ada banyak museum kaya di Iran, dan semoga kita dapat menjalin interaksi baik antara museum negara kita dan Lahore,” imbuhnya.

Menyiapkan ranah dan konteks komunikasi serta menciptakan kerjasama sejumlah organisasi dan markas aktivis sejarah dan kebudayaan termasuk tugas Rumah Kebudayaan Republik Islam Iran di Lahore.

(IQNA/berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Penghargaan Lansia Qurani 99 Tahun di Bangladesh


Acara penghargaan dan penghormatan Jamila Khatun, lansia 99 tahun dan cendekiawan Bangladesh diselenggarakan di perpustakaan atase kebudayaan Iran di Bangladesh.


Menurut laporan IQNA dilansir dari situs kebudayaan dan komunikasi Islam, acara ini terselenggara atas partisipasi atase kebudayaan Iran di Bangladesh dan dewan nasional puisi spiritual negara ini dan dengan dihadiri sejumlah tokoh kebudayaan dan kesusastraan Bangladesh.

Di awal acara tersebut, Sayyid Musa Hussaini, Atase Kebudayaan Iran di Bangladesh mengatakan, Jamila Khatun kendati mendekati umur 100 tahun dan dengan kondisi ringkihnya, dengan kecerdasannya membacakan pelbagai puisi bahasa Persia dan ayat-ayat suci Alquran, yang membuat takjub kesemuanya. Hal ini menunjukkan adanya pertalian erat kebudayaan masyarakat dua negara Bangladesh dan Iran serta menunjukkan pengaruh tak terpungkiri bahasa Persia dalam bahasa Bengali.

Ia menambahkan, hubungan antara dua bahasa dan dua negara ini lebih bersifat hubungan hati dan empati. Para penyair kenamaan Iran seperti Hafiz, Sa’di, Maulana, Atthar, dan Firdausi sudah dikenal oleh para penyair Bangladesh dan lantunan syair-syair para penyair Iran dari lisan wanita cendekiawan ini menjadi bukti akan klaiman ini.

Atase kebudayaan Iran, demikian juga mengharap semoga empati dan hubungan kebudayaan dan spiritual antara dua negara bersahabat semakin kuat dan luas.

Selanjutnya, Saifus Salam Khan, pengajar bagian bahasa dan kesusastraan bahasa Persia universitas Dhaka berbicara tentang pengaruh tradisi dan kebudayaan Iran serta ma’arif Islam dalam kebudayaan Bangladesh dan bukti dari contoh tersebut adalah Jamila Khatun.

Ia lebih lanjut mengatakan, satu waktu di kawasan ini, bahasa Persia adalah bahasa resmi. Bahasa ini adalah bahasa orang tua, sejumlah syaikh, ulama dan sufi. Setelah kawasan ini dijajah oleh Inggris, bahkan sampai 50 tahun, seluruh surat menyurat perkantoran dilakukan dengan bahasa Persia. Sampai sekarang juga di beberapa sekolah agama di kawasan ini diajarkan syair dan kesusastraan Persia.

Saifus Salam lebih lanjut menganggap bahasa Persia sebagai bahasa manifestasi spiritual. Ia melanjutkan, kendati pendidikan bahasa Persia di kawasan ini setiap hari mengalami penurunan; namun setelah kemenangan Revolusi Islam Iran dengan dipimpin oleh Imam Khomeini (ra), pembelajaran bahasa Persia di pelbagai negara mengalami perkembangan pesat. Sekarang ini juga di pelbagai universitas Bangladesh, divisi bahasa dan kesusastraan Persia lebih aktif dan ratusan mahasiswa belajar dalam jurusan ini dan ini selain dari para pelajar berbahasa Persia pelbagai lembaga.

Lebih lanjut Kamaluddin Ahmed, aktivis kebudayaan Bangladesh, Ahsan al-Hadi, dosen universitas Dhaka dan Mahbub al-Haq, editor majalah Folklore berbicara dan dipenghujung, sejumlah penyair yang hadir dalam acara membacakan puisi-puisinya guna menghormati Jamila Khatun.

Menurut maklumat berita ini, dalam acara tersebut yang diselenggarakan di Atase Kebudayaan Iran karena minat tinggi Jamila Khatun akan bahasa Persia, selain tokoh budayawan, juga hadir Sayyid Musa Hussaini, Atase Kebudayaan Iran, Kamaluddin Ahmed, Mantan Wakil Perdana Menteri di beberapa kementerian pemerintahan di Bangladesh, Saifus Salam Khan dan Ahsan al-Hadi, dosen bagian bahasa Persia universitas Dhaka, Mahbub al-Haq, penulis dan editor majalah Folklore, Maulana Burhanuddin, Wakil Direktur Jendral Petroleum Corporation (Petrobangla), Said Ahmad Anis, direktur majalah Calnetar, anggota keluarga Jamila Khatun dan sejumlah pujangga Bangladesh.


Simak Galerinya:




(IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Thursday, 2 November 2017

WNI Terlibat ISIS Marawi, Ditangkap di Filipina, Ini Identitasnya

Ilustrasi

SEORANG warga negara Indonesia (WNI) ditangkap otoritas Filipina pada Rabu (1/11) 2017. Dia adalah Muhammad Ilham Syahputra. Mabes Polri membenarkan, Ilham ditangkap atas dugaan terlibat jaringan Maute.

“Dari (penyisiran militer Filipina) didapat satu paspor atas nama Muhammad Ilham Syahputra,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/11).

Martinus menuturkan, pada April 2017, Polri merilis ada dugaan WNI terlibat dalam konflik di Marawi, Filipina.

“Namun kemudian otoritas Filipina melakukan konfirmasi kepada pemerintah Indonesia, dan menyatakan bahwa saudara Muhammad Ilham Syahputra masih hidup dan saat ini ditahan dan tengah diinterogasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Martinus, Muhammad Ilham Syahputra ditangkap lantaran termasuk dalam kelompok Maute, dan ikut dalam aksi serangan teror dan menguasai Marawi.

“Data di Otoritas Filipina baru satu ini WNI yang ditangkap dan ditahan oleh ootoritas Filipina,” jelasnya.

Dalam penangkapan itu, sejumlah barang bukti disita yakni sebuah granat, sebuah pistol, paspor Indonesia atas nama KH, dan beberapa lembar uang asing.

(Media-Indonesia/suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Wednesday, 1 November 2017

Buat Cegah Serangan Bom, Somalia Larang Truk Beroperasi Siang di Mogadishu

Serangan terburuk terjadi pada 14Oktober lalu dan menewaskan lebih dari 350 orang.

Lokasi ledakan dua bom truk si Ibu Kota Mogadishu, Somalia, 28 Oktober 2017. Insiden ini menewaskan sedikitnya 27 orang. (Foto: Sky News)

Setelah dua serangan bom berskala besar, pemerintah Somalia memutuskan untuk melarang truk dan truk tangki beroperasi siang di Ibu Kota Mogadishu.

Wali Kota Mogadishu Thabit Abdi mengumumkan truk dan truk tangki tidak boleh melintas di kotanya saban pukul tujuh pagi hingga jam delapan malam tiap hari. Siapa saja melanggar bakal didenda US$ 1 ribu.

Aturan ini dikeluarkan setelah terjadinya dua serangan bom menggunakan truk menghantam Mogadishu. Serangan pertama berlaku pada 14 Oktober dan menewaskan lebih dari 350 orang.

Serangan terbaru berlangsug pada 28 Oktober setelah dua truk berisi bahan peledak diledakkan menggunakan detonator. Insiden ini membunuh sedikitnya 27 orang.

Pemerintah Somalia kerap menuding milisi Asy-Syabab sebagai dalang serangan teror di Mogadishu.

(BBC/Sky-News/Al-Balad/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Propaganda Pemimpin Remaja Hindu Atas Peningkatan Populasi Muslim


Nagendra Singh Tomar, pemimpin organisasi remaja Hindu mengklaim jika populasi muslim terus berlanjut dengan nilai saat ini, India sampai tahun 2027 akan berubah menjadi sebuah negara Islam.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Indian Express, Tomar dengan membesarkan pertumbuhan populasi muslim mengklaim bahwa ini adalah konspirasi muslim.

"Umat muslim ingin memegang kendali penuh India,” imbuhnya.

Tomar, Sabtu (29/10) dengan menjelaskan konten kontroversial ini mengklaim, umat muslim memiliki banyak keturunan, bukan dikarenakan hati mereka menginginkan buah hati, namun dikarenakan menginginkan memegang kendali seluruh negara.

Para ekstremis Hindu tidak memiliki hubungan baik dengan umat muslim negara ini dan sejumlah statemen semacam ini oleh para pemimpin Hindu dapat meningkatkan ketegangan antar kelompok-kelompok religi. Menurut statistik yang ada, umat muslim sekitar 180 juta orang telah membentuk populasi satu miliar dua ratus juta orang India, dan India, setelah Indonesia dan Pakistan memiliki populasi muslim terbanyak dunia. 80% populasi India adalah para penganut ajaran Hindu.

(Indian-Express/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Tuesday, 31 October 2017

Menilik Aktivitas Qurani Iran di India


India sebagai negara muslim ketiga, memiliki banyak penganut muslim dan memiliki lebih dari 180 juta muslim.

Menurut laporan IQNA, Dr Ali Dehgahi, Atase Kebudayaan Iran di New Delhi baru-baru ini dalam koneksi video dengan program Rasad, cannel Alquran dan ma’arif guna mendeskripsikan beberapa aktivitas Qurani atase di India mengatakan, India dengan lebih dari 180 juta muslim, berada dalam peringkat tiga negara pertama dunia dari aspek jumlah populasi muslim dan perwakilan kebudayaan ini dengan lebih dari 60 tahun pengalaman hubungan erat dengan berbagai macam Muslim di berbagai propinsi di India.

Ia lebih lanjut dengan mengisyaratkan aktivitas religi Qurani Iran di India menambahkan, program pertama seminar dengan topik Spiritual dalam Islam dan Hinduisme pada tanggal 25 dan 26 November, yang dianggap sebagai periode pertama dialog Islam dan Hinduisme dan di situ dewan riset filsafat India dan markas dialog lintas agama organisasi kebudayaan dan komunikasi Islam saling bekerjasama dan menteri urusan agama minoritas India dan ketua organisasi kebudayaan dan komunikasi Islam berpidato.

Dr. Dehgahi menegaskan, penyelenggaraan musabaqoh seantero hafalan dan qiraat Alquran yang sampai sekarang sudah diselenggarakan sebanyak 17 kali, termasuk aktivitas Qurani atase dan periode ke-18nya akan diselenggarakan tahun ini, dalam Pekan Persatuan.

Atase kebudayaan Iran di India melanjutkan, 200 qori dan hafiz setiap tahun dari pelbagai propinsi berpartisipasi dalam musabaqoh ini dan dewan juri dari Iran dan India yang mengemban penjurian dan penilaian kompetisi tersebut.

Ia demikian juga membagi aktivitas Alquran atase kebudayaan di India menjadi tiga bagian sebagai berikut:

1. Aktivitas Proteksi

15 Darul Quran, 18 lembaga Alquran dan 70 markas pendidikan Alquran yang mendukung kebudayaan dan religi atase dan dukungan-dukungan ini dilakukan dalam bentuk undangan para qori istimewa Iran, program pendidikan Alquran, mengundang pada juri Alquran dan dukungan-dukungan lainnya seperti hadiah karya-karya kebudayaan.

2. Aktivitas Edukasi

Setiap tahun diselenggarakan beragam workshop edukasi di pelbagia propinsi dan kita mengundang sejumlah juri dari Iran untuk memberikan penilaian dalam musabaqoh markas Alquran India dan para qori Iran hadir di negara ini guna melantunkan ayat-ayat suci Alquran di majelis-majelis Alquran, yang mendapat sambutan baik masyaraktat muslim India.

3. Aktivitas Riset

Kami telah memublikasikan jurnal dengan topik Rah Islam dalam bahasa Urdu, yang sampai sekarang edisi 230 nya memuat ma’arif Islam dan topik-topik Alquran dan didistribusikan di kalangan umat muslim India.

Sejumlah makalah para cendekiawan dan pemikir religi dan pengajar Iran juga dicetak dalam majalah tersebut.


Demikian juga, beberapa seminar Alquran sudah diselenggarakan sampai sekarang, dan seminar terakhirnya adalah Alquran dan Ilmu, dimana sejumlah makalahnya dipublikasikan dalam bahasa Urdu. Baru-baru ini kami memublikasikan salah satu naskah khat terkuno Nahjul Balaghoh di perpustakaan Maulana Abul Kalam Azad, universitas Islam Aligarh, dengan kerjasama universitas ini, yang mendapat sambutan antusias di India dan bahkan Iran.

(IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Dimulainya Konferensi Muslim Asia Selatan di Nepal


Konferensi Muslim Asia Selatan memulai kinerjanya di kota Nepalgunj, Nepal, dengan topik Perdamaian Dunia.

Menurut laporan IQNA dilansir dari thehimalayantimes, sejumlah tokoh Islam dari delapan negara Anggota Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan atau (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) yaitu Nepal, India, Pakistan, Afghanistan, Sri Lanka, Maladewa dan Bhutan berpartisipasi dalam konferensi dua hari ini, yang dimulai hari Minggu (29/10).

Konferensi ini terselenggara atas kerjasama Organisasi Islam Nepal, dengan tujuan meningkatkan persahabatan, perdamaian, dan keamanan.

Imran Attari, Ketua Organisasi Islam Nepal dalam acara pembukaan konferensi ini mengatakan, perdamaian dunia hanya diraih lewat perilaku-perilaku berdasarkan dasar-dasar kemanusiaan. Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan didirikan pada tahun 1985, dengan tujuan meningkatkan kerjasama, sementara negara Iran dan Cina juga termasuk anggota pengamat organisasi ini.

(The-Himalayan-Times/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Tahun 2027, India Akan Menjadi Negara Muslim


Salah seorang tokoh Hindu menegaskan, jika populasi muslim India berjalan seperti yang ada sekarang ini, maka India akan menjadi negara muslim pada tahun 2027 mendatang.

Demikian hal ini diakui oleh Nagendra Pratap Tomar seperti dilansir oleh Money Control hari ini. Ia adalah salah seorang kelompok sayap kanan Jonathan Hindu.

Menurut Tomar yang sangat mengkhawatirkan perkembangan populasi muslim India, masyarakat muslim India sengaja memperbanyak jumlah mereka supaya suatu hari kelak bisa memegang kontrol India.

Tomar yang merupakan pemimpin kelompok Jonathan Hindu di Uttar Pradesh itu menandaskan bahwa hal tersebut adalah konspirasi dari masyarakat muslim untuk India.

“Warga muslim melahirkan anak bukan dengan niat memang ingin memiliki anak. Akan tetapi, mereka bertujuan merubah India menjadi negara Islam, dan dengan itu, mereka bisa memegang kontrol negara ini,” tandas Tomar.

Yogi Adtyanath, salah seorang anggota Parlemen India, telah membentuk kelompok sayap kanan Jonathan Hindu yang juga dikenal dengan nama Hindu Yuva Vahini tersebut pada tahun 2002 lalu.

Salah satu aksi mengerikan yang pernah dilakukan oleh Hindu Yuva Vahini ini dalam rangka mencegah pertumbuhan warga muslim India adalah menculik ratusan anak perempuan dan memaksa mereka memeluk Hindu.

Menurut laporan tahun lalu, beberapa anak perempuan yang telah diculik itu juga sering diperkosa.

(Money-Control/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Monday, 30 October 2017

Keindahan Peradaban Islam di Museum Malaysia


Sepanjang abad ke-20, karya seni Islam yang bernilai sejarah tidak mendapatkan cukup banyak pujian sebagaimana mestinya dari publik dunia. Namun, minat masyarakat internasional untuk mengenali kembali sisa-sisa kemegahan peradaban umat Islam masa lampau mengalami peningkatan yang terbilang pesat selama beberapa tahun belakangan. Itu bisa dilihat dari ramainya kunjungan turis mancanegara ke sejumlah tempat wisata, seperti Museum Topkapi di Turki, Museum Alexandria di Mesir, dan beberapa museum lainnya di jazirah Arab.

Kendati demikian, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa di Malaysia ada satu museum yang sengaja didirikan khusus untuk memamerkan ribuan karya seni Islam. Museum itu terletak di Kota Kuala Lumpur, tepatnya di dekat kompleks Masjid Nasional Malaysia dan ka wasan rekreasi Taman Botani Perdana. Museum itu sangat mudah dijangkau oleh para turis, karena lokasinya yang berada di ibu kota negeri jiran tersebut.

Museum Seni Islam Malaysia didirikan pada 1998. Museum ini menjadi tempat pameran besar bagi beberapa potongan sejarah peradaban Islam yang paling mengesankan serta bagi beberapa karya seni modern dan kontemporer. Museum yang terdiri dari tiga lantai ini menampilkan berbagai koleksi seni nan indah dan menawan yang dikumpulkan dari berbagai penjuru dunia Islam.

Dilansir dari laman Mvslim.com, mu seum ini menyimpan lebih dari 7.000 per nak-pernik dan koleksi sastra yang dite lurkan oleh para seniman Muslim masa lalu. Di lantai pertama museum ini, para pengunjung dapat menyaksikan keindahan permadani buatan suku Badui. Suku yang hidup secara nomaden di jazirah Arab itu memang terkenal keahliannya dalam membuat desain karpet yang ru mit untuk dihamparkan di dalam tenda-tenda mereka.

Denah di lantai kedua dan ketiga Museum Seni Islam Malaysia dibagi menjadi beberapa galeri alias ruang pameran. Setiap ruang itu menampilkan barang-ba rang yang berkaitan dengan genre ke budayaan tertentu. Di lantai kedua mu seum, pengunjung bisa menemukan ga leri yang menampilkan beragam model arsitektur, karya sastra, mushaf Alquran kuno, karya manuskrip, serta barang-ba rang, seperti tembikar, keramik, pa kai an, aksesori, senjata, dan dekorasi dari India, Cina, dan Malaysia.

Sementara, di lantai ketiga museum, ter dapat sejumlah galeri yang menam pil kan koleksi seni dari dunia Arab dan negara-negara lain. Barang-barang yang dipamerkan di sini di antaranya berupa produk tekstil, perhiasan, senjata, baju zirah, koin, serta peralatan berbahan logam, kayu, dan keramik.

Koleksi karya arsitektur di museum ini ditampilkan dalam bentuk model miniatur dari berbagai masjid yang ada di dunia. Mulai dari Masjid al-Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, hingga masjid-masjid lain yang berada di Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, bahkan Eropa. Di samping itu, di sini juga dipamerkan model arsitektur asli Turki Utsmaniyah yang pernah dibuat pada 1235 Hijriyah.

Bagian yang paling menawan dari Museum Seni Islam Malaysia adalah galeri yang menampilkan koleksi mushaf Alquran dan manuskrip. Di galeri tersebut, pengunjung dapat menyaksikan beberapa fragmen tertua kitab suci umat Islam yang kondisinya masih tetap terawat sampai sekarang. Mushaf kuno itu berasal dari abad kedelapan Masehi.

Pengunjung juga dapat menikmati beragam kar ya kaligrafi yang menggambarkan tentang perkembangan proses penulisan naskah Alquran di berbagai belahan dunia. Sementara, koleksi ma nus krip yang dipamerkan di galeri tersebut antara lain berupa catatan hadis yang diriwayatkan oleh Imam al- Bukhari serta dokumentasi karya para astronom dan peneliti Islam lainnya.

(Mvslim/Republika/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Sunday, 29 October 2017

Raja Baru Thailand Tampak Khusyu Membaca Shalawat


Dua hari lalu (16/10), seorang pengguna media sosial Youtube bernama Qistina Balqis mengunggah tayangan video yang menggambarkan raja baru Thailand, Maha Vajiralongkorn (64), mengangkat tangan dan komat-kamit dalam sebuah upacara shalawatan. Islam Indonesia tak bisa memverifikasi isi video tersebut.

Anak tunggal mendiang Bhumibol Adulyadej ini diminta pulang dari kediamannya di Jerman (12/10) untuk mewarisi takhta kerajaan Thailand setelah kematian ayahnya. Meski diliput berbagai skandal, Vajiralongkorn kerap mencitrakan diri sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.

Pemimpin junta militer Thailand Prayut Chan-O-Cha mengumumkan bahwa Vajiralongkorn dipastikan akan meneruskan kekuasaan ayahnya. “Pemerintah akan memberi tahu Dewan Legislatif Nasional bahwa Yang Mulia Raja telah menunjuk penerusnya pada 28 Desember 1972,” kata Prayuth dalam pidato yang disiarkan televisi.

Lahir di Istana Kerajaan Dusit Bangkok, Vajiralongkorn adalah satu-satunya putra Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit yang menghabiskan sebagian besar masa mudanya di sekolah-sekolah swasta di Eropa dan Australia, tempat dia lulus dari akademi militer negeri itu. Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Vajiralongkorn pulang kampung dan bergabung dengan angkatan udara Thailand. Sang putra mahkota itu mulai menggemari dunia kedirgantaraan setelah berlatih menerbangkan pesawat di AS.

Namun demikian, banyak yang mengecam keras Thailand lantaran kerap menyaksikan kekerasan terhadap minoritas Muslim di Selatan. Rupanya inilah salah satu yang ingin diubah oleh raja baru, yang dikabarkan memiliki hubungan baik dengan kalangan Islam tersebut.

Entah benar atau tidak isi upacara shalawatan yang diunggah itu, penghormatan pada keyakinan minoritas merupakan refleksi perikemanusiaan yang patut dihargai. Sikap penghormatan ini diharapkan mampu membawa angin segar kepada minoritas Muslim di Thailand yang kerap merasa ditindas dan ditekan.

Berikut adalah Video yang diambil dari Youtube yang memuat upacara shalawatan umat Islam Thailand dengan sang raja

(Islam-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Masjid Ditembak dan Dilempar Bom, 30 Orang Tewas


Serangan brutal terjadi di dua masjid di Afghanistan, Jumat (20/10). Setidaknya 30 orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut.

Serangan pertama berlangsung di Masjid Imam Zaman di Ibu Kota Kabul. Seorang pria bersenjata dilaporkan memasuki rumah ibadah tersebut sebelum melepaskan tembakkan, hingga kemudian melemparkan bom.

Lebih dari 20 orang jamaah di Imam Zamam tewas. Serangan kedua terjadi di Provinsi Ghor. Setidaknya sembilan orang kehilangan nyawa dalam insiden tersebut. Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa serangan di Imam Zaman terlihat benar-benar mengerikan. Pelaku nampaknya secara khusus menargetkan jamaah yang sedang berkumpul untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat, dimulai dengan menembak hingga meledakkan bom.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, terdapat dugaan bahwa kejadian itu terkait Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok militan tersebut selama ini diyakini telah menargetkan masjid-masjid Islam Syiah di Afghanistan.

Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan, baik oleh Kepolisian Kabul maupun di Ghor. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan jumlah korban yang meningkat.

(BBC/Republika/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Saturday, 28 October 2017

Pesan Presiden, Titip 30 Ribu Warga Indonesia Kepada Emir Qatar

Kedua negara meneken lima nota kesepahaman tentang pembentukan komisi bersama di bidang transportasi udara, pendidikan, kepemudaan dan olahraga, serta kesehatan.

Presiden Joko Widodo dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. (Twitter/@pramonoanung)

Presiden Joko Widodo menitipkan kepada Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani sekitar tiga ribu warga Indonesia bermukim di negara Arab supertajir itu.

"Saya menitipkan kepada Paduka sekitar 30 ribu warga negara Indonesia berada di Qatar," kata Joko Widodo hari ini dalam jumpa pers bersama Syekh Tamim di Istana Bogor, Jawa Barat.

Menurut Joko Widodo, puluhan ribu warga Indonesia tersebut berkontribusi terhadap pembangunan di Qatar. Selain itu, Indonesia dan Qatar akan terus bekerja sama sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas muslim.

Joko Widodo dan Syekh Tamim menyaksikan penandatanganan lima nota kesepahaman tentang pembentukan komisi bersama di bidang transportasi udara, pendidikan, kepemudaan dan olahraga, serta kesehatan.

Ini merupakan kunjungan pertama Syekh Tamim ke Indonesia sekaligus lawatan balasan, setelah Joko Widodo mengunjungi Qatar pada September 2015.

(Al-Balad/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Emir Qatar Tiba di Jakarta 17 Oktober 2017

Syekh Tamim besok pagi dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Foto: Twitter/@almayassahamad)

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani malam ini tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta untuk kunjungan kenegaraan.

"Emir dan rombongan mendarat sekitar pukul sebelas malam," kata seorang staf Kedutaan Besar Qatar di Jakarta kepada Albalad.co melalui WhatsApp.

Ini merupakan lawatan pertama Syekh Tamim ke Indonesia sekaligus kunjungan balasan, setelah Presiden Joko Widodo datang ke Qatar pada September 2015.

Dari bandar udara, Syekh Tamim dan 70 anggota rombongannya langsung ke tempat mereka menginap di Hotel Raffles, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Di hotel itu pula Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bermalam ketika melawat awal Maret lalu.

Syekh Tamim besok pagi dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Sehabis makan siang, dia akan menghadiri forum bisnis digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

(Al-Balad/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Larangan Masuknya Bantuan-bantuan Eropa ke Kawasan Muslim Myanmar


Para ekstremis Buddha dengan berkumpul di kota Mibon di propinsi Rakhine, menghalangi masuknya sejumlah bantuan kemanusian untuk umat muslim Rohingya di kota ini.

Menurut laproan IQNA dilansir dari Reuters, satu kelompok sepuluh orang dari organisasi amal Amerika dan Inggris yang berencana membawa muatan bahan makanan untuk umat muslim kota Mibon dipaksa kembali oleh para demonstran ekstremis Buddha.

Pierre Peron,Juru BicaraKantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) untuk Myanmar mengatakan, insiden hari ini merupakan aksi terbaru para ekstremis Buddha dalam melarang pengiriman bantuan ke propinsi Rakhine.

"Dengan segenap hormat atas kebebasan pers dan aksi-aksi damai yang dimiliki setiap kelompok; namun demo ini menghalangi masuknya muatan bantuan kemanusiaan di tengah-tengah warga yang terluka, seperti anak-anak kecil dan lansia, dimana mereka sangat membutuhkan bantuan-bantuan tersebut,” imbuhnya.

Sekitar 3 ribu muslim Rohingya dan orang-orang yang diterima sebagai warga Myanmar dikepung di sebuah kamp dari tahun 2012 dan saat dimulainya konflik di Rakhine di kota Mibon.

Ratusan ribu muslim pengungsi Rohingya, dimana lembaga-lembaga bantuan berupaya mengakses mereka, sangat dimusuhi oleh para ekstremis Buddha Rakhine.

(Reuters/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Distribusi Al-Quran di 15 Negara Afrika


Kantor Wakaf Mehr propinsi Konya (Koniah/Qunia) Turki mendistribusikan 21.500 naskah Alquran di 15 negara Afrika.

Menurut laproan IQNA dilansir dari Anatoli Turki, distribusi sejumlah Alquran dilakukan dalam rangka program Persaudaraan Alquran di Afrika.

Aygül Erdem, Direktur Kantor Wakaf Mehr propinsi Konya, Kamis (26/10) dalam acara keberangkatan truk pengangkut naskah-naskah Alquran ini mengatakan, penduduk benua Afrika sangat menderita banyak problem.

"Masyarakat Afrika tidak mendapatkan sarana-sarana lazim untuk pendidikan anak-anak yang selaras dengan sistem dan tatanan khusus negaranya serta jauh dari gagasan-gagasan kolonis,” imbuhnya.

Aygül Erdem menegaskan, program kantor Wakaf Mehr propinsi Konya dengan tujuan mendukung perjuangan para saudara di benua Afrika dan dalam hal ini, 21.500 naskah Alquran didistribusikan di 15 negara Afrika.

(Anatoli-Turki/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Terlibat Dalam Aksi Terorisme, Zakir Naik Mulai Diadili di India


Badan Investigasi Nasional India (NIA) telah mengajukan dakwaan terhadap ulama kontroversial, Zakir Naik karena diduga mendorong generasi muda terlibat dalam aksi terorisme.

Dalam dokumen setebal 58 halaman itu, NIA menuduh Zakir Naik terlibat dalam berbagai tindakan dan mengganggu keharmonisan masyarakat India. Dia juga dituduh mendistribusikan dana untuk kegiatan anti-India, selain menyampaikan ceramah yang memicu kebencian.

“Zakir Naik dengan sengaja menghina keyakinan agama umat Hindu, Kristen dan Islam seperti Syiah, Sufi dan Barelvi,” demikian pernyataan Badan Investigasi Nasional, seperti yang dilansir The Star pada 27 Oktober 2017.

Pada Juli lalu, ulama ini dinyatakan sebagai pelaku penyebar kebencian oleh pengadilan khusus dan kemudian NIA memulai proses pembekuan asetnya sesuai dengan hukum.

Pada 18 November 2016, NIA membuat laporan dan menjerat Zakir melakukan tindak pidana di Mumbai dan dijerat dengan Kitab Undang-undang hukum pidana dan Undang-undang Aktivitas yang Menyalahi Hukum.

Pada saat yang sama, pemerintah India telah mengumumkan Islamic Research Foundation (IRF) yang didirikan Zakir telah melanggar hukum.

NIA lalu menggerebek kantor, sekolah dan saluran televisi swasta yang terrkait Zakir Naik, sebelum akhirnya ditutup. Pria berusia 51 tahun itu meninggalkan India pada Juli tahun lalu. Awal tahun ini, pemerintah juga telah membatalkan paspornya dan menyita asetnya.

Sebuah laporan yang belum dikonfirmasi bahwa Zakir Naik mendapat kewarganegaraan Arab Saudi.

New Delhi sudah melaporkan Zakir Naik ke Interpol agar mengeluarkan Red Notice, sehingga menyulitkan dirinya melakukan perjalanan.

(The-Star/Times-of-India/Tempo/suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Pembangunan Markas Internasional Kebudayaan Islam di India


Propinsi Telangana di India mengabarkan pembangunan sebuah markas internasional kebudayaan Islam di kota Hyderabad.

Menurut laporan IQNA dilansir dari harian Mumbai Mirror, Chandrashekar Rao, Telangana, Senin (23/10) memerintahkan dimulainya pembangunan markas kebudayaan Islam dalam tigak pekan mendatang.

Setelah dibangun, markas ini akan menjadi tempat penyelenggaraan beragam program kebudayaan dan edukasi Islam.

Rao dengan membandingkan kondisi penghidupan umat muslim dengan etnis muslim lainnya di Telangana, demikian juga memerintahkan agar diberikan pinjaman ke para pengusaha minoritas sehingga dapat membantu dalam pekerjaannya.

Umat muslim 12.5% telah membentuk populasi 45 juta penduduk propinsi Telangana.

Menurut laporan markas pengembangan sosial Telangana, pada tahun 2017 separuh populasi muslim propinsi ini tinggal di kawasan Hyderabad.

Menurut statistik yang ada, umat muslim 180 juta telah membentuk populasi satu miliar India; India memiliki populasi muslim terbanyak dunia, setelah Indonesia dan Pakistan.

(Mumbai-Mirror/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Picture Post Terbaru


Popular Posts

Popular Pos Bulan Ini

Jadwal Sepak Bola

Top News Terkini

Menjijikan!!! Beginilah Gambaran Budak Sex Menurut Kaum Saudi Salafi Wahabi dan ISIS Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani? Berikut Penjelasan Saksi Mereka Gus Dur (1993) Mempersilahkan Warga NU Untuk Masuk Syi’ah Asal Jangan Salafi (Wahabi) dan Khawarij. Silahkan Baca Pernyataan Gus dur Mengenai Ahlus Sunnah dan Syiah Yang Dicantumkan Dua Sifat Yang Harus Dimiliki Syi’ah Inilah Daftar Syiah Palsu Bikinan Inggris dan Amerika (Pengikut Israel Berkedok Syiah, Syiah Iran dan Syiah Irak) Galeri Adnan Oktar (Harun Yahya) Ada Dipihak Yahudi, Ia Seorang Mason (Freemason). Simak Galerinya! Ulama Wahabi: Boleh Menyetubuhi Mayat Istri 6 Jam Setelah Meninggal Jokowi Anak PKI Itu Hoax, Prabowo Anak Pemberontak Itu Fakta! Berikut Bukti-Bukti! Mamah Dedeh Melarang Muslim Jadi Dokter Hewan, Ini Tanggapan Ketua PB PDHI Heboh! Pria Ini Beristri 39, Tinggal Serumah dengan 100 Kamar, Satu Istri Digilir Seminggu. Begini Penampakannya! Ketahuan Lagi, 5 Aset Boss First Travel Yang Ditimbun. Yang Nomor 4 Gak Nyangka! Berapa Lama Lagi Kemunculan Imam Zaman afs Akan Terjadi? Ditanya Tabiat Wahabi, Ini Jawaban KH Maimoen “Mbah Moen” Zubair Terkuak! Pengakuan Tetangga Tentang Asma Dewi, Mulai Soal Anak dan Suami Sampai Soal Rumah Palsu Kena Skak Mat, Fahri Hamzah Balas Cuitan Mahfudz MD Dengan Serang Pribadinya Begitu Emosional Habib Riziq :Kalau Ahok Bebas, Saya Habib Rizieq Tidak Akan Tinggal Di Indonesia Lagi Akun Ini Posting Soal Fotonya dan Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Ngamuk di Instagram Apakah Imam Mahdi Memiliki Istri dan Anak? Ritual Duka Imam Husain di Eropa dan Kanada Sebut Bantuan Jokowi ke Rohingya Hanya Pencitraan, Berikut Klarifikasi Prabowo Kecewa Dengan Amien Rais, Mantan Wapres Try Sutrisno Bongkar Keburukan Amien Rais di Acara Silaturrahmi Nasional TNI Kami Bersama Rakyat Arab Saudi Untuk Gulingkan Al Saud Ternyata DN Aidit ‘PKI’ Berfaham Wahabi Cara Bijak Leluhur Jawa ‘Melawan Lupa’ Tragedi Karbala “Tathbir” di Luar Ajaran Syi’ah dan Bertentangan Dengan Islam

GROUP ABNS



Advertisement

Commet Facebook Umum ABNS

Tags ABNS

 
close
Pasang Iklan Disini