ANGKASA NEWS: MAJU UNTUK BERSAMA KAMI

News
Loading...
Showing posts with label ABNS DOA. Show all posts
Showing posts with label ABNS DOA. Show all posts

Sunday, 29 October 2017

Khasiat dan Fadhilah Amalan Surah Al-Fatihah


Surah Al-Fatihah adalah surah pembuka dalam Al-Quran. Ada banyak kelebihan dari surah Al-Fatihah ini. Selain menjadi induknya Al-Quran (ummul Quran/ummul kitab), surah ini juga menjadi salah satu rukun yang harus dibaca dalam shalat.

Ada banyak fadhilah dan keutamaan ketika seseorang membaca Al-Fatihah. Berikut di antara hikmah dan keutamaan membaca Surah AlFatihah.

1. Membaca surah Al-Fatihah mendapat pahala seperti membaca sepertiga Al-Quran.
2. Amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 70 kali setiap hari dalam keadaan berwudhu dan ditiupkan pada air lalu diminum selama tujuh hari. Insya Allah akan mudah memperoleh ilmu pengetahuan; di samping itu dapat mengontrol hati dan pikiran dari hal-hal yang merusak.
3. Amalkan membaca Al-Fatihah saat hendak tidur, diikuti membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali, Surah Al-Falaq dan Surah an-Nas, insya Allah akan aman tentram dan terjauh dari gangguan setan.
4. Bagi mereka yang memiliki hajat yang baik, termasuk untuk mendapat kenaikan pangkat/derajat, untuk mendapatkan rezeki yang lebih baik dari keadaan fakir, untuk dapat menyelesaikan utang, untuk menyembuhkan penyakit, agar anak menjadi saleh dan berbagai hajat lagi, maka hendaklah ia memohon kepada Allah swt dengan membaca Al-Fatihah sebanyak 41 kali setiap hari. Waktunya adalah antara shalat sunah Subuh dan shalat fardhu Subuh. Amalkan praktik ini sampai 40 hari, insya Allah hajat kita akan dikabulkan oleh Allah SWT.
5. Amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 20 kali setiap habis shalat fardhu, insya Allah akan memperoleh rezeki yang lancar, pangkat/derajat yang baik di sisi masyarakat, dan baik akhlaknya. Mudah dalam urusan hidupnya dan keluarga mendapatkan perlindungan Allah SWT.
6. Untuk membuka pintu rezeki yang luas dan mempermudah segala urusan hidup serta terhindar dari segala kesulitan, amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 41 kali saat makan sahur malam. Insya Allah akan dimakbulkan Allah SWT.
7. Setengah ulama menganjurkan membaca Al-Fatihah sebanyak 40 kali setiap habis shalat Maghrib dan sunatnya. Insya Allah hajatnya akan terkabulkan.
8. Dianjurkan juga mengamalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 41 kali, insya Allah dapat mengobati sakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lain.
9. Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah di waktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah swt bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al – Fatihah dan rahasianya, sehingga Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmat, karunia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezeki-Mu yang banyak berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahasianya, berikan apa yang kuhajati……..” (Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi di dalam kitab ‘Qaddasallaahusirrahu)

Itulah beberapa fadhilah atau khasiat dari surah Al-Fatihah yang bisa kita amalkan sesuai dengan hajat kita. Apapun hajat kita, asalkan kita percaya dan yakin dengan kekuasaan Allah, tentu Allah akan mengabulkan doa-doa kita.

(Islam-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Friday, 20 October 2017

Do’a Keselamatan Dari Kematian Mendadak


Di riwayatkan dari Rasulullah Saw, bahwasanya Allah SWT berfirman: Wahai (Kekasihku) Muhammad tidak ada seorang pun dari umatmu yang membaca do’a ini walaupun sekali dalam hidupnya kecuali dengan kemulyaan dan keagungan-Ku, Aku akan menjamin untuknya tujuh perkara:

1. Aku akan angkat kefakiran dari nya.

2. Aku akan amankan dia dari pertanyaan Mungkar dan Nakir.

3. Aku akan tuntun jalannya di Shirat

4. Aku akan menjaganya dari kematian mendadak

5. Aku akan haramkan neraka atasnya

6. Aku akan menjaga nya dari himpitan kubur

7. Aku akan melindunginya dari kemurkaan raja yang jahat dan dzalim

Berikut Ini Do’anya :

لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهٌَارُ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْکَرِیْمُ السٌَتٌَارُ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْکَبِیّرُ الْمُتَعَالُ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریْکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُوْنَ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ قَانِتُوْنَ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ صَابِرُوْنَ،
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ،
اللَّهُمَّ اِلَیْکَ فَوٌَضْتُ اَمْری،
وَعَلَیْکَ تَوَكَّلْتُ يَا اَرْحَمَ الرٌَاحِمٍیْنَ.
اللَّهُمَّ صَلٌِ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَما صَلٌَیْتَ عَلَى اِبْرَاهِیْم وَآلِ اِبْرَاهِیْم اِنٌَکَ حَمِیْدٌ مَجِیْدُ، وَبَارِکْ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَما بَارَکْتَ عَلَى اِبْرَاهِیْم وَآلِ اِبْرَاهِیْم فِي الْعالَمينَ اِنٌَکَ حَمِیْدٌ مَجِیْدُ.


(Satu-Islam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Wednesday, 18 October 2017

Doa Setelah Membaca Al-Qur’an


Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan (QS.73:4).

Islam sangat menganjurkan supaya umatnya untuk membaca al-Qur’an. Ketika kita sedang membaca al-Qur’an maka kita harus mengetahui bahwa kita sejatinya sedang berdialog dengan Tuhan. Dan layaknya sebuah pertemuan yang menghadirkan dua belah pihak, maka diperlukan adab-adab yang harus dipenuhi: membaca dengan suara rendah, perlahan-lahan, tawadhu’ dan khudhu di depan Al-Khaliq.’Dalam al-Qur’an juga disebutkan tentang bacalah al-Qur’an sebanyak kemampuanmu. Terdapat pula anjuran untuk membaca secara perlahan-lahan “Wa rattil al- Qur’an Tartila “ (Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan) (QS.73:4). Tak hanya itu, Islam mengajarkan pula adab-adab setelah selesai membaca al-Quran. Dalam sumber-sumber hadis dinukilkan doa-doa yang bermacam-macam dari Nabi Muhammad Saw dan para Imam As tentang doa khatam al-Quran atau tanda-tanda tentang hal ini akan kami sebutkan pada tulisan ini:

Nabi Muhammad Saw setelah mengkhatamkan al-Quran membaca doa:

اللَّهُمَّ ارحَمني بِالقُرآنِ وَ اجعَلهُ لي إماماً. و هُدىً و رَحمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرني مِنهُ ما نَسيتُ

و عَلِّمني مِنهُ ما جَهِلتُ، وَ ارزُقني تِلاوَتَهُ آناءَ اللَّيلِ و أطرافَ النَّهارِ

وَ اجعَلهُ حُجَّةً لي يا رَبَّ العالَمين

Ya Allah… Sayangilah aku dengan sebab membaca al-Quran, jadikanlah ia sebagai pembimbing, cahaya petunjuk dan rahmat bagiku. Ya Allah… ingatkanlah aku pada sesuatu yang kulupa dan ajaran kepadaku apa yang aku tidak tahu karena sebab membacanya dan jadikanlah ia sebagai benteng bagiku wahai Dzat yang menguasai alam semesta. (Hilli, Rahiddin bin Yusuf bin al-Mutahhat, Al-‘Adad al-Qawiyyah li Daf’i al-Mukhāwaf al-Yaumiyyah, hal. 22-23)

2. Nabi Muhammad Saw bersabda: Setiap kali diantara kalian ada yang mengkhatamkan al-Quran, maka ucapkanlah:

اللَّهُمَّ آنِس وَحشَتي في قَبري

Jadikanlah ia sebagai penghibur di dalam kuburku.

3. Imam Ali As bersabda: Kekasihku, Nabi Muhammad Saw bersabda: Nabi Muhammad Saw memerintahkan aku supaya setelah mengkhatamkan al-Quran membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ ارحَمني بِالقُرآنِ وَ اجعَلهُ لي إماماً. و هُدىً و رَحمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرني مِنهُ ما نَسيتُ

و عَلِّمني مِنهُ ما جَهِلتُ، وَ ارزُقني تِلاوَتَهُ آناءَ اللَّيلِ و أطرافَ النَّهارِ

وَ اجعَلهُ حُجَّةً لي يا رَبَّ العالَمين

Ya Allah! Aku memohon kekhusyukan sebagaimana kekhusyukan yang dimiliki oleh orang-orang yang khusyuk, berteman dengan orang-orang baik, layak untuk menerima hakekat keimanan, memperoleh kebaikan, terjauhkan dari dosa, memperoleh rahmat, ampunan-Mu, sampainya ke surga dan terbebas dari api jahanam. (Jalaluddin Suyuthi, Abdurahman bin Abu Bakar, Al-Fathu al-Kabir fi Dzam al-Ziyādah ila al-Jāmi al-Saghir, jil. 1, hal. 97)

4. Imam Zainal Abidin bersabda: Imam Ali As setiap kali mengkhatamkan al-Quran, membaca:

اللّهُمَّ اشرَح بِالقُرآنِ صَدري، وَ استَعمِل بِالقُرآنِ بَدَني، و نَوِّر بِالقُرآنِ بَصَري، و أطلِق بِالقُرآنِ لِساني

و أَعِنّي عَلَيهِ ما أبقَيتَني فَإِنَّهُ لا حَولَ ولا قُوَّةَ إلّا بِك

Ya Allah, lapangkanlah dadaku dengan al-Quran, amankanlah badanku dengan al-Quran, terangilah penglihatanku dengan al-Quran, bebaskanlah lidahku dengan Al-Quran dan tolonglah aku atasnya selama Engkau hidupkan aku, sebab sesungguhnya tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan-Mu. (Thusi, Muhammad bin Hasan, Misbāh al-Mutahajid wa Salāh al-Muta’abbid, jil. 1, hal. 323)

5. Demikian juga doa ke-42 Shahifah Sajadiyyah merupakan doa yang dibaca setelah mengkhatamkan al-Quran dimana Imam Sajad As membaca doa tersebut setelah mengkhatamkan al-Quran. (Ali bin al-Husain As (Imam ke-4), Al-Sighah al-Sajādiyyah, hal. 174-182).

(ICC-Jakarta/Tebyan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Sunday, 24 September 2017

Mengobati Penyakit dengan Al-Quran dan Doa


Allah 'azza wa jalla berfirman:

يَا أََيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَائَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ. سورة يونس 10/57

Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada (hati) dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berîmân.

Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang jadi penawar dan rahmat bagi manusia-manusia yang berîmân, dan Al-Quran itu tidak menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Katakanlah: Al-Quran itu petunjuk dan obat bagi manusia-manusia yang berîmân. Dan orang-orang yang tidak berîmân pada telinga mereka ada sumbatan, dan Al-Quran itu bagi mereka adalah kegelapan, mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.

Allah ‘azza wa jalla yang menciptakan penyakit dan obat, maka setiap penyakit ada obatnya. Dialah yang menimpakan penyakit dan Dia pula yang menghilangkannya, tidak ada yang menyembuhkan orang yang sakit selain Dia. Kalau kita sakit, lalu kita berobat ke dokter dan kita sembuh. Maka katakan, "Dengan izin Allah, aku sembuh berobat ke dokter Fulân/Fulânah." Tanpa izin-Nya tidak akan pernah sembuh, karena tidak ada yang menyembuhkan selain Allah ‘azza wa jalla. Tetapi jika kita berkata, "Saya sembuh karena berobat ke dokter Fulân/Fulânah." Maka perkataan ini mengandung syirik, maka perhatikanlah!

Di antara obat yang Allah ‘azza wa jalla turunkan adalah Al-Quran yang suci yang di dalamnya mengandung obat bagi penyakit lahir maupun batin.

Dari tiga ayat tersebut kita paham bahwa Al-Quran itu menjadi obat bagi orang-orang yang berîmân yang yakin kepada Allah ‘azza wa jalla. Tetapi bagi orang-orang yang tidak beriman, Al-Quran itu tidak menjadi obat, tidak pula menjadi petunjuk dan bahkan akan menambah kerugian karena dipandang sebagai sesuatu yang gelap.

Imam Mûsâ Al-Kâzhim as berkata, "Orang yang merasa cukup dengan satu ayat Al-Quran dari timur sampai ke barat, telah memadai jika dia yakin."

Dan beliau as berkata, "Di dalam Al-Quran ada obat bagi setiap penyakit."

Jenis-jenis Penyakit
Penyakit itu ada tiga macam: 1. Penyakit lahir atau medis seperti diabetes, diare dan lain-lain. 2. Penyakit batin atau penyakit hati seperti tamak, pamer, bangga, kagum den-gan amal yang baik, senang dipuji, iri hati, takabbur dan lain-lain. 3. Penyakit yang ditimbulkan oleh jin atau penyakit non medis seperti sihir, santet, kesurupan dan lain-lain.

Setiap penyakit ada obatnya, dan ketiga jenis penyakit ini bisa disembuhkan yang antara lain dengan Al-Quran dan kekuatan doa kepada Allah ‘azza wa jalla, sebab tidak ada yang menyembuhkan penyakit selain Dia.


I. Beberapa Sûrah Al-Quran untuk Segala Penyakit 

Ada beberapa sûrah dari kitab suci Al-Quran yang mulia yang bisa dijadikan sebagai obat bagi segala penyakit.

1. Al-Fâtihah untuk Segala Macam Penyakit 

Dari Mu‘âwiyah bin ‘Ammâr, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Kalaulah dibacakan Al-Hamdu atas suatu mayit sebanyak tujuh puluh kali, lalu rûh dikembalikan padanya, maka hal itu tidaklah aneh."

Dari Al-Naufali ‘Abdullâh bin Al-Fadhl, dari salah seorang imam as berkata, "Tidak dibacakan Al-Hamdu atas suatu penyakit sebanyak tujuh puluh kali, melainkan ia tenang (sembuh) dengan izin Allah, dan jika kamu mau, maka cobalah dan janganlah kamu ragu."

Abû ‘Abdillâh as berkata, "Adalah Rasûlullâh saw apabila beliau ditimpa oleh kemalasan atau sakit kepala, beliau bentangkan kedua tangannya, lalu beliau membaca Fâtihatul Kitâb dan Al-Mu‘awwidzatain (Al-Falaq dan Al-Nâs), lalu beliau menyapukan keduanya ke wajahnya, maka hilanglah dari beliau penyakit yang telah dia rasakan."

Dan Imam ‘Ali Al-Ridhâ as meriwayatkan yang semisalnya, dan dia menambahkan padanya Qul huwallâhu ahad .

Imam Muhammad Al-Bâqir as mengatakan bahwa setiap penyakit bisa disembuhkan oleh dua sûrah ini (Al-Fâtihah dan Al-Ikhlâsh).

Imam Ja‘far Al-Shâdiq as berkata, "Siapa yang ditimpa oleh suatu penyakit, maka hendaklah dia membaca Al-Hamdu pada sakunya sebanyak tujuh kali niscaya sembuh, dan jika tidak, maka hendaklah dia membacanya tujuh puluh kali, dan aku jamin sehat baginya."


2. Sûrah Al-An‘âm 

Imam Muhammad Al-Bâqir as berkata, "Apabila kamu ditimpa penyakit yang karenanya kamu mengkhawatirkan atas (keselamatan) dirimu, maka bacalah sûrah Al-An‘âm, sebab penyakit itu tidak akan mencapaimu terhadap apa yang kamu tidak suka."


3. Sûrah Al-Nahl 

Dari Muhammad bin Muslim, dari Abû Ja‘far as berkata, "Siapa membaca sûrah Al-Nahl pada setiap bulan niscaya dicukupi dia (untuk bayar) utang di dunia dan (dihindarkan dari) tujuh puluh macam bala yang paling ringannya adalah gila, judzâm dan barash (leprosy), dan adalah tempat tinggalnya di surga ‘Aden, dan ia berada di tengah-tengah surga."


4. Sûrah Yâsîn

Imam Ja‘far Al-Shâdiq as berkata, "Sesungguhnya setiap sesuatu ada kalbunya, dan kalbu Al-Quran adalah Yâsîn, maka siapa yang membaca Yâsîn sebelum sore, maka dia pada siang harinya termasuk yang dijaga dan diberi rezeki sampai sore tiba. Dan siapa yang membacanya pada malamnya sebelum dia tidur, Allah akan kirimkan seribu malaikat yang menjaganya dari setiap syaithân yang terkutuk dan dari setiap bencana (penyakit), dan jika dia meninggal pada hari itu, Allah akan memasukkannya ke dalam surga."


5. Sûrah Al-Jinn

Imam Ja‘far Al-Shâdiq as berkata, "Siapa yang banyak membaca Qul ûhiya (Al-Jinn), dia tidak akan ditimpa dalam kehidupan dunianya oleh sesuatu dari mata-mata jin, tidak oleh semburannya, tidak oleh sihirnya dan tidak oleh tipuannya."


6. Al-Hamdu, Al-Ikhlâsh, Al-Falaq dan Al-Nâs

Rasûlullâh saw berkata, "Jabra`îl as telah mengajarkan kepadaku suatu obat yang bersamanya tidak membutuhkan kepada obat yang lain." Kemudian beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, apakah obat itu?" Beliau bersabda, "Diambil air hujan sebelum sampai ke tanah dengan wadah yang bersih, dan dibacakan atasnya Al-Hamdu (Al-Fâtihah) sebanyak tujuh puluh kali, dan Qul huwallâhu ahad dan Al-Mu‘awwidzatain (sûrah Al-Falaq dan sûrah Al-Nâs) tujuh puluh kali, kemudian diminum pagi secangkir dan sore secangkir. Demi yang telah mengutusku dengan kebenaran, niscaya Allah mencabut penyakit itu dari tubuhnya, dari tulang-tulangnya, dari otaknya dan dari urat-uratnya."


II. Tahlîl dari Al-Quran untuk Segala Penyakit

وَ إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ. اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخَذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ. سورة البقرة

Wa ilâhukum ilâhun wâhidun lâ ilâha illâ huwar rahmânur rahîm. Allâhu lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûm lâ ta`khudzuhu sinatun wa lâ naum.

Dan tuhan kamu adalah Tuhan yang satu tidak ada tuhan selain Dia yang maha pemurah yang maha penyayang. Allah tidak ada tuhan selain Dia yang hidup yang mandiri, Dia tidak disentuh oleh kantuk dan tidak oleh tidur.


الَم, اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ. هُوَآلَذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي اْلأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعِزِيْزُ الْحَكِيْمُ. شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُو الْعلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ. إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهُ اْلإِسْلاَمُ. إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ اللهُ وَإِنَّ اللهَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Alif lãm mîm, allâhu lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûmu nazzala ‘alaikal kitâba bil haqq. Huwal ladzî yushawwirukum fil arhmi kaifa yasyâ`u lâ ilâha illâ huwal ‘azîzul hakîm. Syahidallâhu annhu lâ ilâha illâ huwa wal malâ`ikatu wa ulul ‘ilmi qâ`îmân bil qisthi lâ ilâha illâ huwal ‘azîzul hakîm. Innad dna ‘indallâhil islâm. Inna hâdâz lahuwal qashashul haqqu wa mâ min ilâhin illallâhu wa innallâha lahuwal ‘azîzul hakîm.

Alif lãm mïm, Allah tidak ada tuhan selain Dia yang hidup yang mandiri, Dia telah menurunkan Al-Kitâb dengan benar. Dia-lah yang membentuk kamu di dalam rahim-rahim menurut yang Dia kehendaki, tidak ada tuhan selain Dia yang maha perkasa yang maha bijaksana. Allah bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan selain Dia demikian pula para malaikat dan mereka yang punya ilmu dengan menegakkan keadilan tidak ada tuhan selain Dia yang maha perkasa lagi maha bijaksana. Sesungguhnya ajaran di sisi Allah adalah Islam. Sesungguhnya ini adalah kisah-kisah yang benar dan tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.


اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لاَ رَيْبَ فِيْهِ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللهِ حَدِيْثًا. سورة النساء

Allâhu lâ ilâha illâ huwa layajma‘annakum ilâ yaumil qiyâmati lâ raiba fîhi wa man ashdaqu minallâhi hadîtsâ.
Allah tidak ada tuhan selain Dia, sungguh Dia akan mengumpulkan kamu kepada hari kiamat tidak ada keraguan padanya, dan siapakah yang lebih benar perkataannya selain Allah.


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوا إِنَّ اللهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ إِلَهٌ وَاحِدٌ, وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُوْلُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ. سورة المائدة

Laqad kafaral ladzîna qâlû innallâha tsâlitsu tsalâtsatin wa mâ min ilâhin illâ ilâhun wâhid, wa in lam yantahû ‘ammâ yaqûlûna layamassannal ladzîna kafarû minhum ‘adzâbun ‘azhîm.

Sungguh telah menjadi kâfir orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Allah itu ketiga dari yang tiga (tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan roh kudus), dan tidak ada tuhan selain Tuhan yang satu (Allah), dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, niscaya orang-orang yang kâfir itu benar-benar akan di-timpa siksa yang besar.


ذَالِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلٌ. اِتَّبِعْ مَا أُوْحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ. سورة الأنعام

Dzâlikumullâhu rabbukum lâ ilâha illâ huwa khâliqu kulli syai`in fa‘budûhu wa huwa ‘alâ kulli syai`in wakîl. Ittabi‘ mâ ûhiya ilaika min rabbika lâ ilâha illâ huwa wa a‘ridh ‘anil musyrikîn.

Yang demikian itu Allah Tuhan yang mengatur kamu tidak ada tuhan selain Dia yang menciptakan segala sesuatu, maka mengabdilah kamu kepada-Nya dan Dia wakîl atas segala sesuatu. Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Rabb kamu tidak ada tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari kaum musyrikîn.


قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكُمْ جَمِيْعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيْتُ فَآمِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللهِ وَكَلِمَاتِهِ, وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ. سورة الأعراف

Qul yâ ayyuhan nâsu innî rasûlllâhi ilaikum jamî‘anil ladzî lahu mulkus samâwâti wal ardhi lâ ilâha illâ huwa yuhyî wa yumîtu fa ãminû billâhi wa rasûlihin nabiyyil ummiyyil ladzî yu`minu billâhi wa kalimâtih, wattabi‘ûhu la‘allakum tahtadûn.

Katakan: Wahai manusia, sungguh aku adalah utusan Allah kepada kamu semua (Dia) yang punya kerajaan seluruh langit dan bumi tidak ada tuhan selain Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berîmânlah kepada Allah dan Rasûl-Nya Al-Nabiyyul Ummiyy yang berîmân kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.


اِتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَالْمَسِيْحَ بْنَ مَرْيَمَ, وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ, فَإِنْ تَوَلَّوا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. سورة براءة

Ittakhadzû ahbârahum wa ruhbânahum arbâban min dûnillâhi wal masîha bna maryam, wa mâ umirû illâ liya‘budû ilâhan wâhidan lâ ilâha illâ huwa subhânahu ‘ammâ yusyrikûn, fa`in tawallau faqul hasbiyallâhu lâ ilâha illâ huwa ‘alaihi tawakkatu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhîm.

Mereka telah menjadikan ulama mereka, para pendeta mereka dan Al-Masîh bin Maryam sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan mereka tidak diperintah selain untuk mengabdi kepada Tuhan yang satu yang tidak ada tuhan selain Dia, maha suci Dia dari apa yang mereka sekutukan, maka apabila mereka berpaling, katakanlah: Cukup buatku Allah tidak ada tuhan selain Dia, kepada-Nya aku menjadikan bertawakkal dan Dia pemilik ‘arasy yang agung.


حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُوا إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. سورة يونس

Hattâ idzâ adrakahul gharaqu qâla ãmantu annahu lâ ilâha illal ladzî ãmanat bihi banû isrâ`îla wa anâ minal muslimîn.

Hingga apabika tenggelam telah mengancam dirinya, dia berkata: Aku berîmân kepada Tuhan yang diîmâni oleh Banî Isrâ`îl dan aku termasuk orang yang berserah diri.


فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيْبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللهِ وَأَلاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. سورة هود

Fa`in lam yastajîbû lakum fa‘lam annamâ unzila bi‘ilmillâhi wa allâ ilâha illâ huwa fahal antum muslimûn.
Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu, maka ketahuilah sesungguhnya dia (Al-Kitâb) telah diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri. (Hûd as 11/13)


وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمنِ قُلْ هُوَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ. سورة الرعد

Wa hum yakfurûna bir rahmâni qul huwa rabbî lâ ilâha illâ huwa ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi matâb.

Dan mereka kufur kepada Tuhan yang maha pemurah, katakanlah: Dia adalah Tuhanku tidak ada tuhan selain Dia kepada-Nya aku bertawakkal dan kepada-Nya tempat kembali. (Al-Ra‘d 13/29).


يُنَزِّلُ الْمَلاَئِكَةَ بِالرُّوْحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاتَّقُوْنِ. سورة النحل

Yunazzilul malâ`ikata birrûhi min amrihi ‘alâ man yasyâ`u min ‘ibâdihi an andzirû annahu lâ ilâha illâ anâ fattaqûn.

Dia menurunkan malaikat dengan Al-Rûh dari perintah-Nya kepada orang yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, hendaknya kamu berikan peringatan bahwasanya tidak ada tuhan selain Aku, maka takutlah kamu kepada-Ku. (Al-Nahl 16/2).


يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى, اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاستَمِعْ لِمَا يُوْحَي إِنَّنِي أَنَا اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمْ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي, إِنَّمَا إِلَهُكُمُ اللهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا. سورة طه

Ya‘lamus sirra wa akhfâ, allâhu lâ ilâha illâ huwa lahul asmâ`ul husnâ wa anakhtartuka fastami‘ limâ yûhâ innanî anallâhu lâ ilâha illâ anâ fa‘budnî wa aqimish shalâta lidzikrî, innamâ ilâhukumullâhul ladzî lâ ilâha illâ huwa wasi‘a kulla syai`in ‘ilmâ.

Dia mengetahu rahasia dan yang tersembunyi, Allah tidak ada tuhan selain Dia, kepunyaan-Nya seluruh nama-nama yang indah, dan Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah apa yang diwahyukan, sesungguhnya Aku adalah Allah tidak ada tuhan selain Aku, maka mengabdilah kamu kepadaKu dan dirikan shalat untuk mengingat-Ku, sesungguhnya tuhan kamu itu Allah yang tidak ada tuhan selain Dia meliputi segala sesuatu ilmu-Nya.


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ, وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَلاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. سورة الأنبياء

Wa mâ arsalnâ min qablika min rasûlin illâ nûhî ilaihi annahu lâ ilâha illâ anâ fa‘budûn, wa dzan nûni idz dza-haba mughâdhiban fazhanna an lan naqdira ‘alaihi fanâdâ fizh zhulumâti allâ ilâha illâ anta subhânaka innî kuntu minazh zhâlimîn.

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu dari Rasûl melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka mengabdilah kalian kepada-Ku, dan Dzun Nûn (Yûnus as) ketika pergi dengan marah lalu dia mengira bahwa Kami tidak akan menguasainya, kemudian dia menyeru di dalam kegelapan-kegelapan bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sungguh aku termasuk orang yang zalim.


فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْش الْعَظِيْمِ. (سورة المؤمنون)

Fata‘âlallâhul maliku haqqu lâ ilâha illâ huwa rabbul ‘arsyil ‘azhîm.

Maha tinggi Allah raja yang benar tidak ada tuhan selain Dia pemilik singgasana yang agung.


وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْش الْعَظِيْمِ. سورة النمل

Wa ya‘lamu mâ tukhfûna wa mâ tu‘linûn, allâhu lâ ilâha illâ huwa rabbul ‘arsyil ‘azhîm.

Dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu tampakkan, Allah tidak ada tuhan selain Dia pemilik singgasana yang agung.


وَهُوَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي اْلأُولَى وَاْلآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ. وَلاَ تَدْعُ مَعَ اللهُ إِلَهًا آخَرَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ. سورة القصص

Wa huwallâhu lâ ilâha illâ huwa lahul hamdu fil ûl wal ãkhirati wa lahul hukmu wa ilaihi turja‘ûn. Walâ tad‘u ma‘allâhi ilâhan ãkhara lâ ilâha illâ huwa kullu syai`in hâlikun illâ wajhah, lahul hukmu wa ilaihi turja‘ûn.

Dan Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia, bagi-Nya segala puji di dunia dan akhirat, dan kepunyaan-Nya hukum dan kepada-Nya kamu dikembalikan. Dan janganlah kamu bersama Allah menyeru tuhan yang lain, tidak ada tuhan (yang benar) selain Dia, segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya, kepunyaan-Nya hu-kum dan kepada-Nya kamu dikembalikan.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ. سورة فاطر

Yâ ayyuhan nâsudzkurû ni‘matallâhi ‘alaikum hal min khâliqin ghairullâhi yarzuqukum minas samâ`i wal ardhi lâ ilâha illâ huwa fa`annâ tu`fakûn.

Wahai manusia, ingatlah kamu akan nikmat Allah kepada kamu, apakah ada pencipta selain Allah, Dia memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi tidak ada tuhan selain Dia, maka me-ngapakah kamu bisa dipalingkan.


إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ يَسْتَكْبِرُونَ. الصفات

Innahum kânû idzâ qîla lahum lâ ilâha illallâhu yastakbirûn.

Sesungguhnya mereka jika dikatakan kepada mereka tidak ada tuhan selain Allah, mereka menyombongkan diri.


قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ وَ مَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ. سورة ص

Qul innamâ anâ mundzirun wa mâ min ilâhin illallâhul wâhidul qahhâr.

Katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan peringatan dan tidak ada tuhan selain Allah yang satu yang maha kuasa.


ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ. ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ هُوَ الْحَيُّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. سورة المؤمن

Dzâlikumullâhu rabbukum khâliqu kulli syai`in lâ ilâha illâ huwa fa`annâ tu`fakûn. Dzâlikumullâhu rabbukum huwal hayyu lâ ilâha illâ huwa fad‘ûhu mukhlishîna lahud dîna walhamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn.

Yang demikian itu adalah Allah Tuhan kamu pencipta se-gala sesuatu tidak ada tuhan selain Dia, maka mengapakah kalian bisa dipalingkan. Yang demikian itu adalah Allah Tuhan kamu Dia yang hidup tidak ada tuhan selain Dia, maka serulah Dia dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dan segala puji kepunyaan Allah pemilik alam semesta.


لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَ يُمِيْتُ رَبُّكُمْ وَ رَبُّ آبَائِكُمُ اْلأَوَّلِيْنَ. سورة الدخان

Lâ ilâha illâ huwa yuhyî wa yumîtu rabbukum wa rabbu ãbâ`ikumul awwalîn.

Tidak ada tuhan selain Dia yang menghidupkan dan mematikan, (Dia) Tuhan kamu dan Tuhan leluhur kamu yang pertama.


هُوَ اللهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ. هُوَ اللهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ, سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ. سورة الحشر

Huwallâhul ladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul ghaibi wasy syahâdati huwar rahmânur rahîm. Huwallâhul ladzî lâ ilâha illâ huwal malikul quddûsus salâmul mu`minul muhaiminul ‘azîzul jabbârul mutakabbir, subhânallhi ‘ammâ yusyrikûn.

Dia Allah yang tidak ada tuhan selain Dia yang mengetahui perkara ghaib dan yang nyata, Dia Tuhan yang maha pemurah yang maha penyayang. Dia Allah yang tidak ada tuhan selain Dia raja yang suci yang memberikan keselamatan yang memberikan keamanan, yang menjaga, yang maha perkasa, yang maha gagah yang maha besar, maha suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.


اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ. سورة التغابن

Allâhu lâ ilâha illâ huwa ‘alallâhi fal yatawakkalil mu`minûn.

Allah tidak ada tuhan selain Dia kepada Allah maka hendak-nya orang-orang yang ber-îmân itu bertawakkal.


رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلاً. سورة المزمل

Rabbul masyriqi wal maghrib, lâ ilâha illâ huwa fattakhidzhu wakîlâ.

Tuhan pemilik timur dan barat tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia itu wakîl.


III. Doa-doa untuk Segala Penyakit 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ, وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Bismillâhir rahmânir rahîm. Alhamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn, hasbunallâhu wa ni‘mal wakîl, tabârakallâhu ahsanul khâliqîn, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.

Dengan nama Allah yang maha pemurah yang maha penyayang. Segala puji kepunyaan Allah pemilik alam semesta, cukup buat kami Allah dan Dia sebaik-baik wakîl, maha berkah Allah pen-cipta yang paling baik, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan Allah yang maha tinggi yang maha agung.

1. Doa dari Jabra`îl as untuk Segala Penyakit

إِلَهِي كُلَّمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ نِعْمَةً قَلَّ لَكَ عِنْدَهَا شُكْرِي, وَكُلَّمَا ابْتَلَيْتَنِي بِبَلِيَّةٍ قَلَّ لَكَ عِنْدَهَا صَبْرِي. فَيَا مَنْ قَلَّ شُكْرِي عِنْدَ نِعَمِهِ فَلَمْ يَحْرِمْنِي, وَيَا مَنْ قَلَّ صَبْرِي عِنْدَ بَلاَئِهِ فَلَمْ يَخْذُلْنِي, وَيَا مَنْ رَآنِي عَلَى الْمَعَاصِي فَلَمْ يَفْضَحْنِي, وَيَا مَنْ رَآنِي عَلَى الْخَطَايَا فَلَمْ يُعَاقِبْنِي عَلَيْهَا, صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَاشْفِنِي مِنْ مَرَضِي, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Ilâhî kullamâ an‘amta ‘alayya ni‘matan qalla ‘indahâ syukrî, wa kullamabtalaitanî bibaliyyatin qalla laka ‘indahâ shabrî. Fayâ man qalla syukrî ‘inda ni‘amihi falam yahrimnî, wa yâ man qalla shabrî ‘inda balâ`ihi falam yakhdzulnî, wa yâ man raãnî ‘alal ma‘âshî falam yafdhahnî, wa yâ man raãnî ‘alal khathâyâ falam yu‘âqibnî ‘alaihâ, shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, waghfir lî dzanbî wasyfi‘nî min maradhî, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.

Wahai Tuhanku setiap kali Engkau beri aku kenikmatan yang sedikit terhadapnya syukurku kepada-Mu, dan setiap kali Engkau mencobaku dengan suatu cobaan yang sedikit sabarku terhadapnya. Wahai Tuhan yang sedikit syukurku terhadap nikmat-nikmat-Nya tetapi Dia tidak menghalangiku (dari kenikmatan tersebut), wahai Tuhan yang sedikit sabarku terhadap cobaannya, namun Dia tidak menelantarkanku, wahai Tuhan yang melihatku berada dalam berbagai kemaksiatan, akan tetapi Dia tidak mempermalukannya, wahai Tuhan yang melihatku sering melakukan kesalahan-kesalahan, namun Dia tidak memberiku siksa atasnya, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan ampunilah dosaku dan sembuhkanlah aku dari penyakitku, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.


2. Doa Rasûlullâh saw untuk Segala Penyakit 

أَيُّهَا الْوَجَعُ, اُسْكُنْ بِسَكِيْنَةِ اللهِ, وَقَرْ بِوَقَارِ اللهِ, وَانْحَجِزْ بِحَاجِزِ اللهِ, وَاهْدَأْ بِهَدَاءِ اللهِ. أُعِيْذُكَ أَيُّهَا اْلإِنْسَانُ, بِمَا أَعَاذَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَرْشَهُ وَمَلاَئِكَتَهُ يَوْمَ الرَّجْفَةِ وَالزَّلاَزِلِ.

Ayyuhal waja‘, uskun bisakînatillâh, wa qar biwaqârillâh, wanhajiz bihâjizillâh, wahda` bihadâ`illâh, u‘îdzuka ayyuhal insân, bimâ a‘âdzallâhu ‘azza wa jalla bihi ‘arsyahu wa malâ`ikatahu yaumar rajfati waz zalâzil.
Wahai penyakit tenanglah kamu dengan ketenangan Allah dan sopanlah dengan kesopanan Allah dan berhentilah dengan larangan Allah dan diamlah dengan ketenangan Allah. Aku lindungkan kamu wahai manusia dengan apa yang Allah ‘azza wa jalla telah melindungi ‘arasy-Nya dan malaikat-Nya pada hari gempa dan keguncangan (bumi).


3. Dari Rasûlullâh saw untuk Segala Penyakit 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَعْجِيْلَ عَافِيَتِكَ, وَصَبْرًا عَلَى بَلِيَّتِكَ, وَخُرُوْجًا إِلَى رَحْمَتِكَ

Allâhumma innî as`aluka ta‘jîla ‘âfiyatik, wa shabran ‘alâ baliyyatik, wa khurûjan ilâ rahmatik.
Ya Allah aku memohon kepada-Mu penyegeraan ‘afiat-Mu (kesehatan dari-Mu), kesabaran atas baliyyah-Mu (penyakit dari-Mu) dan keluar kepada rahmat-Mu.


4. Doa Imam Ja‘far Al-Shâdiq as 

اللَّهُمَّ عَيَّرْتَ أَفْوَامًا فَقُلْتَ : قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحْوِيْلاً. فَيَا مَنْ لاَ يَمْلِكُ كَشْفَ ضُرِّي وَلاَ تَحْوِيْلَهُ عَنِّي أَحَدٌ غَيْرُهُ, صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَاكْشِفْ ضُرِّي وَحَوِّلْهُ إِلَى مَنْ يَدْعُوْ مَعَكَ إِلَهًا آخَرَ, لاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Allâhumma ‘ayyarta aqwâman faqulta: Qulid‘ul ladzîna za‘amtum min dûnihi falâ yamlikûna kasyfadh dhurri ‘ankum wa lâ tahwîlâ. Fayâ man lâ yamliku kasyfa dhurrî walâ tahwîlahu ‘annî ahadun ghairuh, shalli ‘ala muhammadin wa ãli muhammadin waksyif dhurrî wa hawwilhu ilâ man yad‘û ma‘aka ilâhan ãkhar, lâ ilâha ghairuk.

Ya Allah Engkau telah mencela beberapa kaum, Engkau berfirman, Katakanlah: Serulah tuhan-tuhan yang kalian klaim selain Dia, maka mereka itu tidak bisa menghilangkan bahaya dari kalian dan tidak dapat memalingkannya. Wahai Tuhan yang tidak ada yang dapat menghilangkan bahayaku dan pengalihannya dariku seorang pun selain Dia, limpahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan hilangkanlah bahayaku dan pindahkanlah ia kepada orang yang menyeru-Mu bersama tuhan yang lain, tidak ada tuhan selain Engkau.


5. Imam Ja‘far Mengajarkan Doa kepada Dâwud bin Razîn

Abû 'Abdillâh as berkata kepadanya, "Belilah satu shâ‘ gandum kemudian bertelentang atas leher belakangmu (yaitu tidur di atas punggungmu) dan taburkan gandum tersebut ke atas dadamu bagaimana ia bertaburan dan ucapkanlah doa berikut:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِسْمِكَ الَّذِي إِذَا سَأَلَكَ بِهِ الْمُضْطَرُّ كَشَّفْتَ مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ, وَمَكَّنْتَ لَهُ فِي اْلأَرْضِ, وَجَعَلْتَهُ خَلِيْفَتَكَ عَلَى خَلْقِكَ, أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنْ عِلَّتِي

Allâhumma innî as`aluka bismikal ladzî idzâ sa`alaka bihil mudhtharru kasysyafta mâ bihi min dhurrin wa makkanta lahu fil ardh, wa ja‘altahu khalîfataka ‘alâ khalqik, an tushalliya ‘ala muhammadin wa ãli muhammadin wa an tu‘âfiyanî min ‘illatî.

Ya Allah aku memohon dengan nama-Mu yang apabila orang yang terdesak memohon kepada-Mu dengannya pasti Engkau lepaskan dari penyakit yang dideritanya dan Engkau tempatkan baginya (bagi imam) di bumi dan Engkau menjadikannya khalîfah-Mu atas makhluk-Mu, Engkau curahkan shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan Engkau sehatkan aku dari penyakitku.
Kemudian duduklah dan kumpulkan gandung yang ada di sekitarmu itu dan kamu ucapkan (lagi) doa seperti itu dan kamu bagikan gandum itu satu mudd satu mudd (seganyak dua telapak tangan yang disatukan) kepada setia orang yang miskin, dan ucapkan lagi doa seperti itu."


6. Doa yang Diajarkan Imam Ja‘far kepada Seseorang

Ucapkan: Bismillâh (dengan nama Allah), kemudian usapkan tangan kepada yang dirasa sakit, lalu baca kalimat di bawah ini tujuh kali.


أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ, وَأَعُوذُ بِقُدْرَةِ اللهِ, وَأَعُوذُ بِجَلاَلِ اللهِ, وَأَعُوذُ بِعَظَمَةِ اللهِ, وَأَعُوذُ بِجَمْعِ اللهِ, وَأَعُوذُ بِرَسُولِ اللهِ, وَأَعُوذُ بِأَسْمَاءِ اللهِ, مِنْ شَرِّ مَا أَحْذَرُ وَمِنْ شَرِّ مَا أَخَافُ عَلَى نَفْسِي

A‘ûdzu bi‘izzatillâh, wa a‘ûdzu biqudratillâh, wa a‘ûdzu bijalâlillâh, wa a‘ûdzu bi‘azhamatillâh, wa a‘ûdzu bijam‘illâh, wa a‘ûdzu birasûlillâh, wa a‘ûdzu biasmâ`illâh min syarri mâ ahdzaru, wa min syarri mâ akhâfu ‘alâ nafsî.

Aku berlindung dengan kemuliaan Allah, aku berlindung dengan kekuasaan Allah, aku berlindung dengan keagungan Allah, aku berlindung dengan kebesaran Allah, aku berlindung dengan jam‘illâh (kekuatan Allah), aku berlindung dengan Rasûlullâh, dan aku berlindung dengan nama-nama Allah dari keburukan yang aku khawatirkan dan dari keburukan yang aku takutkan atas diriku.


7. Doa yang Diajarkan Imam Ja‘far kepada Putranya

اللَّهُمَّ اشْفِنِي بِشِفَائِكَ, وَدَاوِنِي بِدَوَائِكَ, وَعَافِنِي مِنْ بَلاَئِكَ, فَإِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ

Allâhummasyfinî bisyifâ`ik, wa dâwinî bidawâ`ik, wa ‘âfinî min balâ`ik, fainnî ‘abduka wabnu ‘abdik.
Ya Allah sembuhkanlah aku dengan kesembuhan-Mu, obatilah aku dengan pengobatan-Mu dan kuatkanlah aku dari cobaan-Mu, karena sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan anak hamba-Mu."

Catatan:
Bagi muslimah disesuaikan, maka kalimat: ‘abduka wabnu ‘abdik menjadi amatuka wa bintu ‘abdik.


8. Doa yang Diajarkan Imam Ja‘far

يَا عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ, يَا رَحْمَانُ يَا رَحِيْمُ, يَا سَامِعَ الدَّعَوَاتِ, وَيَا مُعْطِيَ الْخَيْرَاتِ, صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَعْطِنِي مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ مَا أَنْتَ أَهْلُهُ, وَاصْرِفْ عَنِّي مِنْ شَرِّ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ مَا أَنْتَ أَهْلُهُ, وَأَذْهِبْ عَنِّي هَذَا الْوَجَعَ فَإِنَّهُ قَدْ غَاظَنِي وَحَزَّنَنِي.

Yâ ‘aliyyu yâ ‘azhîm, yâ rahmâhu yâ rahîm, yâ sâmi‘ad da‘awât, wa yâ mu‘thiyal khairât, shalli ‘ala muha-mmadin wa ãli muhammadin wa a‘tinî min khairid dun-yâ wal ãkhirati mâ anta ahluh, washrif ‘annî min syarrid dun-yâ wal ãkhirati mâ anta ahluh, wa adzhib ‘annî hâdzal waja‘ (sebutkan penyakitnya dengan bahasa apa saja), fainnahu qad ghâzhanî wa hazzananî.

Wahai Tuhan yang maha tinggi, wahai yang maha besar, wahai yang maha pengasih, wahai yang maha penyayang, wahai yang mendengar segala doa, wahai yang memberi segala kebaikan, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan berikanlah kepadaku kebaikan dunia dan akhirat yang Engkau ahlinya, dan palingkanlah dariku keburukan dunia dan akhirat yang Engkau ahlinya dan hilangkanlah dariku penyakit ini (sebutkan penyakitnya), karena ia itu telah menjengkelkanku dan menyedihkanku.


9. Dari Imam Ja‘far as kepada Dâwud bin Razîn

اللهُ اللهُ رَبِّي حَقًّا, لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا, اللَّهُمَّ أَنْتَ لَهَا وَلِكُلِّ عَظِيْمَةٍ فَفَرِّجْهَا عَنِّي

Allâhu Allâhu haqqâ, lâ usyriku bihi syai`â, allâhumma anta lahâ wa likulli ‘azhîmatin fafarrijhâ ‘annî.
Allâh Allâh Tuhanku dengan benar, aku tidak menyekutukan Dia dengan sesuatu. Ya Allah Engkaulah yang menghilangkannya dan menghilangkan setiap (penyakit) yang besar, maka lepaskanlah ia dariku.


10. Dari Imam Ja‘far kepada Mu‘âwiyah bin ‘Ammâr

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ الَّذِي نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ اْلأَمِيْنُ, وَهُوَ عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ عَلِيُّ حَكِيْمٌ, أَنْ تَشْفِيَنِي بِشِفَائِكَ, وَتُدَاوِيَنِي بِدَوَائِكَ, وَتُعَافِيَنِي مِنْ بَلاَئِكَ.

(tiga kali).


وَتُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ

Allâhumma innî as`aluka bihaqqil qurãnil ‘azhîmil ladzî nazala bihir rûhul amîn, wa huwa ‘indaka fî ummil kitâbi ‘aliyyun hakîm, an tasyfiyanî bisyifâ`ik, wa tudâwiyanî bidawâ`ik, wa tu‘âfiyanî min balâ`ik. (baca sebanyak tiga kali) Wa tushalliya ‘alâ muhammadin wa ãlih.

Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan hak Al-Quran yang agung yang dengannya Al-Rûh Al-Amîn telah turun dan dia di sisi-Mu dalam Ummul Kitâb tinggi lagi bijak, Engkau sembuhkan aku dengan kesembuhan-Mu, Engkau obati aku dengan pengo-batan-Mu dan Engkau ‘afiatkan aku dari bala-Mu. (baca tiga kali) Dan Engkau curahkan shalawât kepada Muhammad dan keluarga-nya.


11. Doa Imam Ja‘far yang Disampaikan kepada Hisyâm

يَا مُنْزِلَ الشِّفَاءِ وَمُذْهِبَ الدَّاءِ, أَنْزِلْ عَلَى مَا بِي مِنْ دَاءٍ شِفَاءً.

Yâ munzilasy syifâ`i wa mudzhibad dâ`, anzil ‘alâ mâ bî min dâ`in syifâ`â.

Wahai yang menurunkan obat dan yang menghilangkan pe-nyakit, turunkanlah obat atas penyakit yang ada padaku.


12. Dari Imam Muhammad Al-Bâqir as

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى رَسُولِ اللهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ, وَأَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى مَا يَشَاءُ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ

Bismillâhi wa billâh, wa shallallâhu ‘alâ rasûlillâhi wa ahli baitih, wa a‘ûdzu bi‘izzatillâhi wa qudratihi ‘alâ mâ yasyâ`u min syarri mâ ajid.

Dengan nama Allah dan dengan Allah, dan Allah ber-shalawât kepada Rasûlullâh dan Ahlulbaitnya, dan aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya atas apa yang Dia kehendaki dari kejahatan yang aku temui.


13. Khusus untuk Sakit Kepala

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ كَانَتَا رَتقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ, أَفَلاَ يُؤْمِنُوْنَ.

Awalam yaral ladzîna kafarû annas samâwâti wal ardha kânatâ ratqan fafataqnâhumâ, wa ja‘alnâ minal mâi kulla syai`in hayy, afalâ yu`minûn.

Tidakkah orang-orang kâfir itu mengetahui bahwa langit dan bumi itu asalnya ratqâ (langit tidak menurunkan hujan dan bumi tidak menumbuhkan tetumbuhan) lalu Kami pecah keduanya (langit menurunkan hujan dan bumi menumbuhkan tetumbuhan). Dan dari air Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapakah mereka tidak berîmân.


14. Untuk Sakit Kepala

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَجِيْرُ بِكَ مِمَّا اسْتَجَارَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ لِنَفْسِهِ

Bismillâhil ladzî lâ yadhurru ma‘asmihi syai`un fil ardhi wa lâ fis samâi wa huwas samî‘ul ‘alîm. Allâhumma innî astajîru bika mimmastajâra bihi muhammadun shallallâhu ‘alaihi wa ãlihi linafsih.

Dengan nama Allah yang tidak membahayakan bersama nama-Nya sesuatu baik di bumi maupun di langit dan Dia maha mendengar Maha mengetahui. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari apa yang Muhammad saw berlindung dengannya untuk dirinya.


15. Khusus untuk Sakit Mata

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَارَبَّ اْلأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ, وَرَبَّ اْلأَجْسَادِ الْبَالِيَةِ, أَسْأَلُكَ بِطَاعَةِ اْلأَرْوَاحِ الرَّاجِعَةِ إِلَى أَجْسَادِهَا, وَبِطَاعَةِ اْلأَجْسَادِ الْمُلْتَئِمَةِ إِلَى أَعْضَائِهَا, وَبِانْشِقَاقِ الْقُبُوْرِ عَنْ أَهْلِهَا, وَبِدَعْوَتِكَ الصَّادِقَةِ فِيْهِمْ وَأَخْذِكَ بِالْحَقِّ بَيْنَهُمْ. إِذَا بَرَزَ الْخَلاَئِقُ يَنْتَظِرُوْنَ قَضَائَكَ, وَيَرَوْنَ سُلْطَانَكَ, وَيَخَافُونَ بَطْشَكَ, وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَكَ. يَوْمَ لاَ يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلاَ هُمْ يُنْصَرُوْنَ إِلاَّ مَنْ رَحِمَ اللهُ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ. أَسْأَلُكَ يَا رَحْمَانُ أَنْ تَجْعَلَ النُّوْرَ فِي بَصَرِي, وَالْيَقِيْنَ فِي قَلْبِي, وَذِكْرَكَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ عَلَى لِسَانِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allâhumma innî as`aluka yâ rabbal arwâhil fâniyah, wa rabbal ajsâdil bâliyah, as`aluka bithâ‘atil arwârir râji‘ati ilâ ajsâdihâ, wa bithâ‘atil ajsâdil multa`imati ilâ a‘dhâ`ihâ, wa binsyiqâqil qubûri ‘an ahlihâ, wa bida‘watikash shâdiqati fîhim wa akhdzika bilhaqqi bainahum, idzâ bara-zal khalâiqu yantazhirûna qadhâ`ak, wa yaraûna sulthânak, wa yakhâfûna bathsyak, wa yarjûna rahmatak, yauma lâ yughnî maulan ‘an maulan syai`an walâ hum yunsharûn, illâ man rahimallâhu innahu huwal ‘azîzur rahîm. As`aluka yâ rahmânu an taj‘alan nûra fî basharî, wal yaqîna fî qalbî, wa dzikraka bil laili wan nahâri ‘alâ lisînî abadan mâ abqaitanî, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.

Ya Allah aku mohon kepada-Mu wahai pemilik arwâh yang punah dan pemilik jasad-jasad yang hancur, aku mohon kepada-Mu dengan ketaatan arwâh yang kembali ke jasad-jasadnya, dengan ketaatan jasad-jasad yang terjalin kembali kepada anggota-anggotanya, dengan terbelahnya kuburan dari para penghuninya, dengan seruan-Mu yang benar kepada mereka dan dengan keputusan-Mu yang haqq di antara mereka. Apabila seluruh makhluk telah terkumpul mereka menanti keputusan-Mu, mereka melihat kekuasaan-Mu, mereka takut kepada siksa-Mu dan mereka mengharapkan kasih-Mu. Pada hari yang tidak berguna seorang sahabat dari sahabat yang lain sedikitpun dan mereka tidak ditolong, kecuali makhluk yang dikasihi Allah, sesungguhnya Dia maha perkasa yang maha pengasih. Aku memohon kepada-Mu wahai yang maha penyayang, Engkau jadikan cahaya pada penglihatanku, dan keyakinan di dalam hatiku, dan dzikir kepada-Mu dengan lidahku pada malam dan siang selamanya selama Engkau hidupkan aku, sesungguhnya Eng-kau berkuasa atas segala sesuatu.


16. Untuk Sakit Mata

Amîrul Mu`minîn as berkata, "Apabila seseorang dari kamu sakit matanya, maka hendaklah dia membaca Ayat Kursi dan di dalam hatinya (yakinkan) bahwa dia sembuh dan sehat, maka sesungguhnya dia sembuh jika Allah yang maha tinggi menghendaki. Nabi saw memandang Salmân ra dan dia sedang sakit mata, lalu beliau berkata kepadanya, 'Janganlah kamu makan kurma dan janganlah tidur ke lambungmu yang kiri.'"


17. Khusus untuk Sakit Dada

Telah diriwayatkan dari Abû ‘Abdillâh as bahwa ada orang yang mengadukan sakit dada kepadanya, lalu beliau berkata kepadanya, "Berobatlah kamu dengan Al-Quran, karena Allah ‘azza wa jalla berfirman tentangnya, Sebagai obat bagi penyakit yang ada di dalam dada."


18. Doa Sakit Pinggang 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ, أَعُوذُ بِاسْمِ اللهِ الْكَبِيْرِ, وَأَعُوذُ بِاسْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ, مِنْ شَرَّ كُلِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ, وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ

Bismillâhir rahmânir rahîm, bismillâhi wa billâh, a‘ûdzu bismillâhil kabîr, wa a‘ûdzu bismillâhil ‘azhîm, min syarri kulli ‘irqin na‘‘âr, wa min syarri harrin nâr.

Dengan nama Allah yang maha pemurah yang maha penyayang, dengan nama Allah dan dengan Allah, aku berlindung dengan nama Allah yang maha besar, aku berlindung dengan nama Allah yang maha agung, dari keburukan urat yang mengalir padanya darah, dan dari keburukan panasnya api.


19. Doa Sakit Perut 

Bismillâhir rahmânir rahîm, lalu bacalah ayat 87 sûrah Al-Anbiyâ`, dan baca sûrah Al-Fâtihah tujuh kali.


20. Doa Sakit Perut

Minum air hangat, kemudian baca kalimat berikut:

يَا اللهُ يَا اللهُ يَا اللهُ, يَا رَحْمَانُ يَا رَحِيْمُ, يَا رَبَّ اْلأَرْبَابِ, يَا إِلَهَ اْلأَلِهَةِ, يَا مَلِكَ الْمُلُوْكِ, يَا سَيِّدَ السَّادَاتِ, اِشْفِنِي بِشِفَائِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمٍ, فَإِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ, أَتَقَلَّبُ فِي قَبْضَتِكَ

Yâ Allâh yâ Allâh yâ Allâh, yâ rahmânu yâ rahîm, yâ rabbal arbâb, yâ ilâhal alihah, yâ malikal mulûk, yâ sayyidas sâdât, isyfinî bisyifâ`ika min kulli dâ`in wa suqmin fa`innî ‘abduka wabnu ‘abdik, ataqallabu fî qabdhatik.

Ya Allah ya Allah ya Allah, wahai yang maha pemurah wahai yang maha penyayang, wahai yang mengatur bagi segenap yang mengatur, wahai Tuhan bagi segala tuhan, waha raja bagi seluruh raja, wahai tuan bagi semua tuan, sembuhkanlah aku dengan kesembuhan-Mu dari setiap penyakit dan rasa sakit, sebab sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan anak dari hamba-Mu, aku membulak-balikkan tubuh di dalam genggaman-Mu.

Catatan:
Bagi perempuan disesuaikan, maka kalimat ‘abduka wabnu ‘abdika menjadi amatuka wa bintu ‘abdika.


21. Doa untuk Sakit Bawasir

يَا جَوَادُ يَا مَاجِدُ يَا رَحِيْمُ, يَا قَرِيْبُ يَا مُجِيْبُ, يَا بَارِئُ يَا رَاحِمُ, صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَارْدُدْ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ, وَاكْفِنِي أَمْرَ وَجَعِي

Yâ jawâdu yâ mâjidu yâ rahîm, yâ qarîbu yâ mujîb, yâ bâri`u yâ râhim, shalli ‘alâ muhamamdin wa ãli muhammad, wardud ‘alayya ni‘matak, wakfinî amra waja‘î.

Wahai yang maha pemurah, wahai yang maha agung, wahai yang maha pengasih, wahai yang maha dekat wahai yang menjawab, wahai yang mencipta wahai yang maha penyayang, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kembalikanlah kepadaku kenikmatan-Mu, dan sembuhkanlah aku dari sakitku.


22. Untuk Sakit Bawâsir

Dari Imam Ja‘far Al-Shâdiq as bahwa ada orang yang mengadukan penyakit bawasir kepadanya, lalu beliau berkata, "Tulislah sûrah Yâsîn dengan madu (sebagai tintanya) dan minumlah."


23. Sakit Punggung

Baca ayat 18 dan 19 dari sûrah Ãli ‘Imrân.


24. Susah Buang Air 

Basuh kedua kaki, dan tulis pada betis yang kiri ayat 11-15 dari sûrah Al-Qamar.


25. Doa untuk Menolak Jin

Letakkan tangan kanan pada ubun-ubun, kemudian baca ayat berikut dengan suara yang keras:

أَفَغَيْرَ دِيْنِ اللهِ يَبْغُونَ, وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Afaghaira dînillâhi yabghûn, wa lahu aslama man fis samâwâri wal ardhi thau‘an wa karhan wa ilaihi yurja‘ûn.
Apakah mereka mencari (ajaran lain) selain ajaran Allah, padahal kepada-Nya berserah diri semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, baik dengan rela atau terpaksa, dan kepada-Nya mereka dikembalikan.


26. Mengeluarkan Jin dari Orang yang Kerasukan

عَزَمْتُ عَلَيْكِ يَا رِيْحُ, بِالْعَزِيْمَةِ الَّتِي عَزَمَ بِهَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ رَسُولُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ, عَلَى جِنِّ وَادِي الصَّبْرَةِ, فَأَجَابُوا وَأَطَاعُوا لَمَّا أَجَبْتِ وَأَطَعْتِ وَخَرَجْتِ عَنْ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنَةٍ السَّاعَةَ.

‘Azamtu ‘alaiki yâ rîh, bil‘azîmatil latî ‘azama bihâ ‘aliyyubnu abî thâlibin ‘alaihis salâmu rasûlu rasûlillâh shallallâhu ‘alaihi wa ãlihi wa sallam, ‘alâ jinni wâdish shabrah, fa`ajâbû wa athâ‘û lammâ ajabti wa atha‘ti wa kharajti ‘an fulânibni fulânatin assâ‘ah.

Aku menyumpahi kamu wahai jin, dengan mantera yang digunakan oleh ‘Ali bin Abî Thâlib as utusan Rasûlullâh saw atas kaum jin dari lembah Al-Shabrah, lalu mereka memenuhi dan mematuhi, niscaya kamu (juga) penuhi dan patuhi dan kamu keluar dari fulân bin fulânah (sebut nama orang yang kerasukan dan nama ibunya) pada saat ini juga.

Catatan:
‘an fulânibni fulânah ganti dengan namanya dan nama ibunya. Dan kalau perempuan ‘an fulânah binti fulânah.


27. Agar tidak Ketularan Penyakit Orang Lain

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ, وَفَضَّلَنِي عَلَيْكَ وَعَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ

Alhamdu lillâhil ladzî ‘âfânî mimmâbtalâka bih, wa fadhdhalanî ‘alaika wa ‘alâ katsîrin mimman khalaq.

Segala puji kepunyaan Allah yang telah mensehatkanku dari penyakit yang dengannya Dia timpakan kepadamu dan Dia telah mengutamakanku atasmu dan atas banyak orang yang Dia ciptakan.


28. Mendoakan Orang yang Sakit

أُعِيْذُكَ بِاللهِ الْعَظِيْمِ, رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, مِنْ كُلِّ شَرِّ عِرْقٍ نَفَّارٍ وَمِنْ كُلِّ شَرِّ حَرِّ النَّارِ

U‘îdzuka (u‘îdzuki jika orang sakit yang kita doakan itu perempuan) billâhil ‘azhîm, rabbil ‘arsyil ‘azhîm, min syarri ‘irqin naffârin wa min syarri harrin nâr.

Aku lindungkan kamu kepada Allah yang maha agung pemilik singgasana yang agung dari keburukan setiap urat yang bergerak dan dari keburukan panasnya api (tujuh kali dibacanya).


29. Mendoakan Orang Sakit 

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ, مَا شَاءَ اللهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. إِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلُ اللهِ, مُوْسَى كَلِيْمُ اللهِ, نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ, عِيْسَى رُوْحُ اللهِ, مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ, وَأَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الرِّيَاحِ وَاْلأَرْوَاحِ وَاْلأَوْجَاعِ, بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ, وَعَزَائِمُ مِنَ اللهِ لِفُلاَنِ بْنِ فُلاَنَةِ لاَ يُقِرُّ بِهِ إِلاَّ كُلُّ مُسْلِمٍ, وَأُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا الَّتِي سَأَلَ بِهَا آدَمُ: فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ, إِلاَّ انْزَجَرْتِ اَيَّتُهَا اْلأَرْوَاحُ وَاْلأَوْجَاعُ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, اَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhi wa billâhi wa minallâhi wa ilallâh, mâ syâ`allâhu walâ haula walâ quwwata illâ billâh. Ibrâhîmu khalîlullâh, mûsâ kalîmullâh, nûh najiyyullâh, ‘îsâ rûhullâh, muhammadun rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa ãlihi, wa a‘ûdzu billâhi minar riyâhi wal arwâhi wal aujâ‘. Bismillâhi wa billâhi wa ‘azâ`imu minallâhi lifulânibni fulânah, lâ yuqirru bihi illâ kullu muslim, wa u‘îdzu bikalimâtillâhit tâmmâti kullihal latî sa`ala bihâ ãdam. Fatâba ‘alaihi innahu huwat tawwâbur rahîm, illânzajarti ayyatuhal arwâhu wal aujâ‘u bi `idznillâhi ‘azza wa jalla lâ ilâha illallâhu, alâ la-hul khalqu wal amru tabârakallâhu rabbul ‘âlamîn.

Dengan nama Allah dengan Allah dari Allah dan kepada Allah, apa yang Allah kehendaki tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan Allah. Ibrâhîm Khalîl Allah, Musa Kalîm Allah, Nûh Najiyy Allah, Isa Ruh Allah, Muhammad Rasûl Allah saw, dan aku berlindung kepada Allah dari angin, dari para roh dan penyakit. Dengan nama Allah dan dengan Allah dan ‘azimat-‘azimat dari Allah untuk si Fulân (sebut namanya) bin Fulanah (sebut nama ibunya), tidak mengakui-Nya selain setiap orang yang berserah diri, dan aku selindungkan dia kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna seluruhnya yang dengannya Ãdam telah meminta, Maka Dia menerima tobatnya sesungguhnya Dia penerima tobat lagi maha penyayang, melainkan kamu pergi wahai roh-roh dan penyakit-penyakit dengan izin Allah ‘azza wa jalla tidak ada tuhan selain Allah, Ketahuilah, hanya bagi-Nya hak menciptakan dan mengatur segala urusan, maha berkah Allah pemilik alam semesta.


30. Mendoakan Orang Sakit

أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ, وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي, لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَائُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. اللَّهُمَّ أَصْلِحِ الْقَلْبَ وَالْجِسْمَ وَاكْشِفِ السُّقْمَ وَأَجِبِ الدَّعْوَةَ

Adzhibil ba`sa rabban nâs, wasyfi antasy syâfî lâ syifâ`a illâ syifâ`uk, syifâ`an lâ yughâdiru saqamâ. Allâhumma ashlihil qalba wal jisma waksyifis suqma wa ajibid da‘wah.

Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan yang mengatur urusan manusia, dan sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit. Ya Allah perbaikilah hati dan tubuh ini, hilangkanlah penyakit dan kabulkanlah permohonan.


31. Mendoakan Orang Sakit 

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, أَنْ يَشْفِيَكَ.

As`alullâhal ‘azhîm rabbal ‘arsyil ‘azhîm, an yasyfiyak.

Aku memohon kepada Allah yang maha agung pemilik singgasana yang agung, bahwa Dia akan menyembuhkamu.

(Abu-Zahra/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Saturday, 23 September 2017

Tawalli dan Tabarri (Disertai Doa)


Jadilah kamu seperti anak unta; tidak punya punggung yang bisa ditunggangi dan tidak punya air susu yang dapat diperah.
[Imam Ali bin Abi Thalib as]

Di mana pun kita berada harusnya seperti anak unta yang lincah yang tidak bisa ditunggangi dan tidak bisa dimanfaatkan orang lain untuk kepentingan politiknya; kita mesti lincah seperti halnya anak unta.

Dalam Islam ada tawalli yang maksudnya keberpihakkan kepada Allah, Rasul-Nya, para washi Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mengikuti Allah, Rasul-Nya dan para washinya. Dan tabarri adalah berlepas diri dari musuh-musuh mereka atau tidak berpihak kepada mereka.

Kemudian orang-orang yang termasuk kriteria sahabat yang kita berpihak kepada mereka ada tiga macam sahabat sebagaimana disebutkan dalam sebuah keterangan;
(1) sahabatmu,
(2) sahabat bagi sahabatmu, dan
(3) musuh bagi musuhmu.

Demikian pula yang menjadi musuh yang kita tidak boleh berpihak kepadanya ada tiga:
(1) musuhmu,
(2) sahabat musuhmu, dan
(3) musuh sahabatmu.


Manusia ada yang baik dan ada yang buruk dalam perilaku. Rasul, Ahlulbaitnya yang suci dan para pengikut mereka yang sesungguhnya adalah manusia-manusia yang baik. Jika kita ingin menjadi baik, maka harus berpihak kepada mereka, dan kalau kita tidak berpihak kepada mereka bahkan kita bersikap memusuhi mereka, maka kita akan menjadi manusia yang buruk.

Karena manusia terbagi dua golongan; baik dan buruk, maka jalan hidup yang ditempuh manusia juga ada yang baik dan ada yang buruk, dan tempat berakhirnya pun ada dua tempat; kasih Allah (surga) dan murka Allah (neraka)

Jalan hidup yang baik adalah jalan Allah, yakni Islam sebagaimana yang Dia firmankan (yang artinya), Sesungguhnya ajaran di sisi Allah itu Islam. [Sûrah Âli ‘Imrân 2/18] Dan firman-Nya, Dan barangsiapa yang mencari ajaran selain Islam, maka tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat termasuk dari golongan orang-orang yang merugi. [Sûrah Âli ‘Imrân 3/85]

Imam Ali bin Abî Thâlib as menegaskan tentang jalan hidup yang benar sebagai berikut, “Siapa yang mencari suatu ajaran selain Islam, nyatalah celakanya, terputuslah talinya, besarlah kejatuhannya, dan tempat kembalinya kepada kesedihan yang panjang dan siksaan yang besar.” [Nahjul Balâghah, lihat buletin nomor 4]

Pedoman hidup itu sangat jelas, yaitu Islam yang dituangkan dalam Kitab Suci dan diperjelas oleh sunnah-sunnah Rasulullah saw, namun sepeninggal Rasulullah dan para washinya, muncullah berbagai tafsiran dan interpretasi terhadap ajaran Islam itu sendiri sehingga menimbulkan perbedaan-perbedaan di kalangan kaum muslim sebagaimana para pendahulunya, yakni kaum yahudi dan nasrani, maka ummat Islam pecah menjadi berbagai mazhab, firqah dan golongan. Allah ‘azza wa jalla telah menyebutkan dalam Al-Quran sûrah Al-Rûm ayat 30-31.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada ajaran (Allah) sebagai fitrah Allah yang Dia telah menjadikan manusia atasnya, tidak ada perubahan bagi ciptaan (fitrah) Allah itu, yang demikian itu ajaran yang lurus, tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui. Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertaqwalah kamu kepada-Nya, dirikanlah shalat dan janganlah kamu menjadi di antara orang-orang yang menyekutukan Allah.Yaitu orang-orang yang memecah belah ajaran mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [Sûrah Al-Rûm 30-32]


Kondisi Zaman Sekarang

Zaman Rasulullah saw adalah zaman persatuan; suku-suku yang ada di jazirah Arab bisa dipersatukan oleh beliau, dan zaman seperti itu akan terjadi lagi pada zaman khalifahnya yang terakhir Al-Imam Al-Mahdi as.

Zaman ketiadaan Rasulullah saw dan ketiadaan khalifah penggantinya adalah zaman kegelapan, kezaliman dan perpecahan hatta di kalangan orang-orang yang sepaham sekalipun. Jauh-jauh Rasulullah saw telah mengatakan satu saat nanti akan keluar seorang lelaki dari Ahlulbaitnya yang namanya sama dengan beliau yang akan memenuhi bumi ini dengan kebenaran dan keadilan (qisthan wa ‘adlan) sebagaimana bumi ini telah diliputi oleh kegelapan dan ketidakadilan (zhulman wa jauran). [Al-Hâkim dalam Al-Mustadrak]

Maka jalan yang terbaik pada zaman sekarang ini adalah saling menghormati, saling mempelajari dan saling menghargai perbedaan pendapat; tidak saling menghujat, tidak saling menyalahkan, tidak saling menyesatkan dan tidak saling mengkafirkan yang ujung-ujungnya akan saling bermusuhan hingga akan sangat mudah hal itu dimanfaatkan oleh pihak lain yang tidak suka kepada ajaran Allah sebagaimana yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Dan kalau pihak lain menunggangi punggung kita dan mengambil manfaat dari keadaan kita hingga mereka mengadu-ngadu kita, maka kita bukan lagi anak unta yang lincah; kita hanya menjadi sapi perahan bagi mereka.

Mengapa zaman sekarang adalah zaman perpecahan dan perbedaan paham, karena zaman sekarang ini adalah zaman ketiadaan marja’ yang mutlak yang memegang otoritas sebagai wakil Tuhan. Dan kita semua tidak ada yang seratus persen berpegang kepada Islam, kebanyakan kita hanya berpegang kepada Islam tafsiran para ulama (agama interpretasi) yang menurut para pengikutnya masing-masing adalah yang paling benar (kullu hizbin bimâ laihim farihûn).

Pada zaman sekarang ini kita harus menjadi juru damai (arbiter) dengan berusaha mendekatkan yang berjauhan, mendamaikan yang bertikai, menekan yang arogan yang suka mengkafir-kafirkan dan menyesat-nyesatkan orang lain yang tidak sepaham dengannya. Jika kita merasa punya paham yang paling benar, boleh saja kita mengajak orang lain ke paham kita, tetapi haruslah dengan cara-cara yang bijak (hikmah), dengan pengajaran yang baik (mau’izhah hasanah), dan bila diperlukan diskusi, maka berdiskusilah dengan niat dan tujuan mencari yang paling benar. Dan Apabila diskusi tidak menyelesaikan masalah, maka kita saling menghormati dan saling menghargai perbedaan yang ada, karena kita tidak bisa memaksakan pendapat kita atas orang lain yang tidak sepaham dengan kita.


Isti‘âdzah dari Tabarri kepada Wali Allah dan Tawalli kepada Musuh-Nya

Jika kita memusuhi wali atau kekasih Allah, maka kita akan menjadi musuh Allah, dan bila kita berpihak kepada musuh Allah, maka kita juga akan dimusuhi Allah, maka dengan segenap kehati-hatian, kita berlindung kepada Allah ‘azza wa jalla sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thâlib as berikut ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُعَادِيَ لَكَ وَلِيًّا، أَوْ أُوَالِيَ لَكَ عَدُوًّا، أَوْ أَرْضَى لَكَ سَخَطًا أَبَدًا. اللَّهُمَّ مَنْ صَلَّيْتَ عَلَيْهِ فَصَلاَتُنَا عَلَيْهِ، وَ مَنْ لَعَنْتَهُ فَلَعْنَتُنَا عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ فِي مَوْتِهِ فَرَجٌ لَنَا وَ لِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ فَأَرِحْنَا مِنْهُ، وَ أَبْدِلْنَا بِهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ لَنَا مِنْهُ، حَتَّى تُرِيَنَا مِنْ عِلْمِ اْلإِجَابَةِ مَا نَعْرِفُ فِي أَدْيَانِنَا وَ مَعَايِشِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ.

Allâhumma innî a‘ûdzu bika an u‘âdiya laka waliyyâ, au uwâliya laka ‘aduwwâ, au ardhâ laka sakhathan abadâ. Allâhumma man shallaita ‘alaihi fashalâtunâ ‘alaih, wa man la‘antahu fala‘natunâ ‘alaih. Allâhumma man kâna fî mautihi farajun lanâ wa lijamî‘il muslimîna fa`arihna minh, wa abdilnâ bihi man huwa khairun lanâ minh, hattâ turiyanâ min ‘ilmil ijâbati ma na‘rifu fi adyâninâ wa ma‘âyisyinâ yâ arhamar râhimîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadinin nabiyyi wa ãlihi wa sallam.

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memusuhi kekasih-Mu, mencintai musuh-Mu, atau aku rido dengan kemurkaan-Mu untuk selamanya. Ya Allah orang yang Engkau berikan shalawât kepadanya maka shalawât kami juga kepadanya, dan orang yang Engkau laknat atasnya maka laknat kami juga atasnya. Ya Allah orang yang dalam kematiannya merupakan kelapangan bagi kami dan bagi semua orang yang berserah diri kepada-Mu, maka rehatkanlah kami darinya, dan gantikanlah buat kami dengan orang yang lebih baik darinya, hingga Engkau perlihatkan kepada kami ilmu pengkabulan doa yang kami kenal dalam ajaran kami dan kehidupan kami, wahai yang maha pengasih dari semua yang mengasihi. Dan Allah mencurahkan shalawât dan salâm bagi sayyidinâ Muhammad sang Nabi dan keluarganya.[1]


Catatan Kaki:

[1]. Al-Shahîfah Al-‘Alawiyyah hal. 285.

(Abu-Zahra/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Doa Memotong Hewan


قُلْ لاَ أَجِدُ فِي مَا أُوحْيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ. فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيْمٌ

Katakanlah: Aku tidak memperoleh di dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi—karena semuanya itu kotor---atau hewan yang disembelih atas nama selain Allah. Siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu maha pengampun lagi maha penyayang.[1]


فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِيْنَ. وَمَا لَكُمْ أَلاَّ تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ

Maka makanlah dari sembelihan yang disebutkan nama Allah atasnya jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. Mengapa kamu tidak mau memakan (hewan-hewan yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelih-nya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepadamu apa-apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang kamu terpaksa memakannya.[2]


وَلاَ تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ لَفِسْقٌ, وَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لَيُوْحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Dan janganlah kamu memakan hewan-hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kedurhakaan, sesungguhnya syaithân-syaithân itu mewahyukan kepada wali-walinya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu mentaatinya, sesungguhnya kamu menjadi orang-orang yang musyrik.[3]

Memotong hewan wajib membaca basmalah, hewan yang akan dipotong dihadapkan ke kiblat, pisau yang digunakan untuk memotong harus tajam, dua urat leher kanan dan kiri dan kerongkongan wajib putus, dan janganlah dikuliti atau dipotong-potong atau dimasukkan ke dalam air kecuali setelah benar-benar mati.


Cara Memotong Hewan

Singkatnya cara memotong atau menyembelih hewan secara Islam: Pertama hewan dihadapkan ke kiblat. Kedua pisaunya harus tajam. Ketiga membaca basmalah. Keempat dua urat utama di kanan dan kiri leher hewan mesti putus. Kelima kerongkongan mesti putus. Keenam tidak dikuliti sebelum nyata matinya. Ketujuh penyebab yang mempercepat kematiannya adalah karena penyembelihannya, bukan karena jatuh ke jurang, bukan karena dimasukkan ke dalam air panas dsb.


1. Doa Memotong Hewan

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bismlillâhi wallâhu akbar.

Dengan nama Allah dan Allah maha besar.[4]


2. Doa Memotong Hewan Qurbân

بِسْمِ اللهِ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَ الأَرْضَ حَنِيْفًا مَسْلِمًا وَ مَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِي وَ نُسُكِي وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ لَكَ, اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ

Bismillâhi wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wal ardha hanîfan muslîmân wa mâ anâ minal musyrikîn. Inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî lillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma minka wa laka. Allâhumma hâdzâ ‘an…..(sebutkan nama orang yang berkurbannya).



Dengan nama Allah, kuhadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan seluruh langit dan bumi dengan tulus lagi berserah diri dan aku bukan dari kalangan musyrikîn. Sesungguhnya shalatku, segala ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah Tuhan yang mengatur alam semesta. Ya Allah dari-Mu dan karena-Mu. Ya Allah kurban ini dari….(sebutkan nama orang yang berkurbannya).[5]


3. Doa Memotong Hewan ‘Aqîqah

يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيْئٌ مِمَّا تُشْرِكُوْنَ, إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ ِللَّذِي فَطَرَ السٍّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مَسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِللهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ ...بْنِ

Yâ qaumî innî barî`un mimmâ tusyrikûn, innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wal ardha hanîfan muslîmân wa mâ anâ minal musyrikîn. Inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî lillâhi rabbil ‘âlamîn, lâ syarîka lahu wa bidzâlika umirtu wa anâ minal muslimîn. Allâhumma minka wa laka bismillâhi wallâhu akbar. Allâhumma taqabbal min …ibni/binti…

Wahai kaumku sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sekutukan, sesungguhnya kuhadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan seluruh langit dan bumi dengan tulus lagi berserah diri dan aku bukan dari kalangan musyrikîn. Sesungguhnya shalatku, segala ibadahku, hidupku dan matiku karena Allah Tuhan yang mengatur alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan dan aku dari kalangan orang-orang yang berserah diri. Ya Allah ini dari-Mu dan karena-Mu dengan nama Allah dan Allah maha besar. Ya Allah terimalah dari..…bin/binti..…[6]


Referensi:

[1] Sûrah Al-An‘âm 6/145.

[2] Sûrah Al-An‘âm 6/118-119.

[3] Sûrah Al-An‘âm 6/121.

[4] Al-Shahîfah Al-'Alawiyyah : 547.

[5] Doa ini dari Imam ‘Ali bin Abî Thâlib as.

[6] Al-Faqîh 3/487.

(Abu-Zahra/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Friday, 15 September 2017

Doa Senjata Ampuh Dalam Masalah Tauhid


Namun apa yang terjadi pada hari mubahalah, Rasul saww yang membawa serta Sayyidah Fathimah sa, al-hasan wal Husain mematahkan semua keyakinan jahiliyah yang batil tersebut.

Shabestan News Agency, dalam seminar yang bertajuk penjelasan mubahalah yang dilangsungkan di Tehran, kemarin, Ayatullah Kazhim Shiddiqi menjelaskan bahwa agama Islam yang sempurna berlaku untuk semua masa dan keturunan, Rasulullah saww menyebarkan agama Islam ke berbagai penjuru bahkan raja Iran dan Roma dikirimi surat oleh Rasul saww untuk mengajak mereka supaya mengimani agama Islam.

Ia menambahkan, ayat mubahalah turun di masa kejayaan Islam dan tauhid, dimana di antara pesan yang bisa diambil dari peristiwa ini ialah mengenai maknawiyat dan doa, berdasarkan ayat ini jika kaum Nashara menerima tantangan Rasulullah saww maka mereka akan binasa.

Melalui ayat mubahalah ini Rasul saww ingin menegaskan bahwa hal itu tidak lain adalah berkat keampuhan senjata doa, apa yang dilakukan Rasul saww di hari mubahalah lebih tajam dari pada pedang dan memiliki pengaruh yang sangat besar.

Sembari menyebutkan bahwa di dalam Al-Qur’an Karim doa disebut sebagai senjata yang sangat penting dalam dunia tauhid, Hujjatul Islam Shiddiqi menuturkan bahwa pada masa jahiliyah anak-anak perempuan tidak termasuk penerus nasab, namun apa yang terjadi pada hari mubahalah, Rasul saww yang membawa serta Sayyidah Fathimah sa, al-hasan wal Husain ingin mematahkan semua keyakinan jahiliyah yang batil tersebut.

Tidak hanya itu, turut sertanya Imam Ali as dalam peristiwa mubahalah menunjukan bahwa Imam as merupakan jiwa Rasul saww, sebagaimana hal ini juga diisyaratkan dalam Al-Qur’an, demikian jelasnya.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Monday, 4 September 2017

Baca Doa Ini Tiap Orang Lain Memujimu


Ada pepatah yang mengatakan, “Senjata yang paling ampuh untuk menghancurkan kejayaan seseorang bukan dengan pisau. Tetapi, hancurkanlah dia dengan pujian.”

Dari pepatah di atas, pujian sejatinya bukanlah satu-satunya cara yang tepat untuk memotivasi. Bahkan pujian justru bisa menjadi senjata yang mematikan bagi siapa saja yang terlena. Lantas bagaimana halnya dengan kegemaran memuji diri sendiri?

Belakangan ini, banyak orang narsis. Baik di media sosial maupun di dunia nyata. Mereka dengan bangga memuji diri sendiri, menunjukkan kehebatan, kekayaan, kecantikan, dan segala kemampuan yang dimililki.

Atas banyaknya orang-orang yang suka membangga-banggakan diri, Allah SWT berfirman:
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Jangan kalian memuji-muji diri kalian sendiri, karena Dia-lah yang paling tahu siapa yang bertakwa.” (QS. an-Najm: 32)

Dalam ayat tersebut dijelaskan, bahwa manusia selalu diajarkan untuk rendah hati, banyak bercermin, dan mengakui bahwa tak ada yang lebih dari dirinya selain Allah SWT, dan janganlah memuji diri sendiri. Mereka yang suka membangga-banggakan diri hanya bisa menilai dirinya secara lahiriah, sementara batin mereka buta.

Sebaliknya, bagi orang-orang yang sering dipuji orang lain sebaiknya tidak terbuai. Sebab pujian bisa jadi adalah ujian bagi diri kita, yang bukan tak mungkin bisa menjadi angkuh karenanya.

Jadi, bagaimana cara terbaik menghadapi pujian? Agar tidak terbuai pujian, sahabat Rsulullah saw pernah memohon kepada Allah SWT dengan doa sebagai berikut.

Dari Adi bin Arthah (seorang ulama Tabi’in) –rahimahullah –beliau bercerita, “Dulu ada seorang sahabat Nabi saw, yang apabila dia dipuji mengucapkan, “Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik daripada penilaian yang mereka berikan untukku.” (HR. Bukhari –Adabul Mufrad no. 761)

Atau berdoalah dengan doa berikut ini:

Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikalnlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka. (HR Al Baihaqi)

(Islam-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Sunday, 3 September 2017

Berkah dan Doa Imam Zaman afs Untuk Menjaga Syi’ah


Setiap doa yang kita panjatkan untuk Imam Zaman afs serta salam yang kita sampaikan kepadanya faedah dan manfaatnya adalah untuk kita, seperti matahari yang tidak butuh kepada siapapun, namun jika kita berada dalam kegelapan kemudian kita tidak memanfaatkan cahaya dan kehangatan dari matahari maka yang rugi adalah kita.

Hal ini disampaikan Hujjatul Islam Habibullah Farakhzad sebagaimana dilansir oleh channel resmi Telegram Masjid Jamkaran.

Dijelaskannya, Imam Zaman afs dalam surat penegasannya kepada Syaikh Mufid, mengatakan “sebagaimana kami yang tidak pernah lalai dari memperhatikan keadaan kalian serta tidak melupakan kalian, jika tidak demikian maka segala kesulitan dan musibah akan mendatangi kalian dan musuh-musuh kalian akan menghancurkan kalian.”

Ia menambahkan, sekian banyak konspirasi dan agenda yang dilancarkan musuh-musuh guna menghancurkan ideologi Syi’ah, namun dengan adanya berkah dan doa-doa dari Imam Zaman afs semuanya terjaga dengan baik, sebagaimana dikatakan Imam Zaman afs “dan karenaku menjauhkan dan menjaga keluargaku serta Syi’ahku dari musibah dan bala.”

Mengenai hal ini ada sebuah riwayat dari Rasulullah saww yang mengatakan “demi nama Dia yang telah mengutusku sebagai nabi, mereka akan mengambil manfaat dri wujudnya (Al-Mahdi) dan pada saat kegaibannya mereka akan mendapatkan cahaya darinya, sebagaimana manusia memanfaatkan cahaya matahari yang berada di balik awan sekalipun.”

Wujud suci Imam Zaman afs adalah sumber segala keutamaan. Baik orang yang tidak meyakini atau mengingkari Imam afs juga akan tetap mendapat keutamaan dan kebaikan ini, karena alam semesta ini tergantung dengan wujud suci Imam Mahdi afs, demikian jelasnya.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Friday, 1 September 2017

Dalam Doa Arafah, Hanya Allah Swt Tempat Keyakinan Manusia


Di dalam doa Arafah, manusia terlepas dari keyakinan kepada dirinya sendiri, dimana satu-satunya perlindungan dan tempat keyakinan adalah Allah swt.

Shabestan News Agency, Hujjatul Islam Ali Ridha Panahian dalam sebuah kajian akhlaqnya nya menjelaskan bahwa pada hakikatnya falsafah dari sebuah doa bukan hanya untuk memohon ampunan, akan tetapi selain dapat menyucikan manusia dari segala dosa dan kesalahan juga dapat mengenal hakikat dirinya sendiri.

Ia menambahkan, semua manusia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, dimana untuk sampai padanya manusia harus lebih dulu mengenal keburukan-keburukan yang ada dalam dirinya, salah satu caranya ialah dengan berdoa dan memohon kepada Allah swt.

Doa adalah pencarian jati diri dan batin dalam diri manusia atau pandangan yang mendalam terhadap dirinya, dimana berdoa dengan penuh ketakutan dan ketundukan adalah buah dari pengenalan ini, terang Hujjatul Islam Panahian.

Lebih lanjut Hujjatul Islam Panahian menuturkan, Allah swt kepada hamba-hamba-Nya lebih pengasih dari pada ibu mereka sendiri, dan siapapun yang meminta perlindungan pada-Nya niscaya ia akan melindungi siapapun makhluq-Nya.

Amirul Mukminin Ali as yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah swt, tidak pernah yakin terhadap dirinya sendiri, sebagaimana di suatu hari saat Rasulullah saww mengabarkan kepadanya tentang kesyahidannya, Imam Ali as bertanya kepada Rasul saww apakah saat itu agama berada dalam diriku?.

Di dalam doa Arafah, manusia terlepas dari keyakinan kepada dirinya sendiri, dimana satu-satunya perlindungan dan tempat keyakinan adalah Allah swt, demikian jelasnya.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Doa Untuk Imam Zaman afs di Hari Idul Adha


Ya Allah! Bukakan lah untuknya kemudahan dan tolong lah dia dengan pertolongan-Mu yang agung, Ya Allah! Tampakkan lah agama-Mu dan sunah Rasul-Mu melaluinya, sehingga tidak ada lagi kebenaran yang tersembunyi.

Shabestan News Agency, dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Imam Shadiq as, dimana beliau bersabda “tidak disebut sebagai hari Idul Fitri dan Idul Adha kecuali mereka bersedih untuk para Imam as, karena mereka melihat bagaimana para perampas merampas haknya”.

Oleh karena itu, sudah selayaknya jika seorang mukmin bersikeras untuk kemunculan Imam Zaman afs, dan selalu bersama para Imam untuk menghilangkan kesedihannya.


Adapun bacaan doa saat keluar rumah untuk melakukan shalat Id yang dinukil dari Imam Baqir as ialah :

“Ya Allah, jika seseorang mempersiapkan dirinya pada hari ini untuk menjenguk seorang makhluk (sesamanya) demi mengharapkan anugerah, kelebihan harta, karunia, dan pemberian-pemberiannya, maka aku, wahai Tuanku telah mempersiapkan diriku demi mengharapkan anugerah, hadiah, karunia, dan pemberian-pemberian-Mu.

Ya Allah! Bukakan lah untuknya kemudahan dan tolong lah dia dengan pertolongan-Mu yang agung, Ya Allah! Tampakkan lah agama-Mu dan sunah Rasul-Mu melaluinya, sehingga tidak ada lagi kebenaran yang tersembunyi.

Ya Allah! Betapa kami mencintai-Mu, sampaikan lah kepada kami pemerintahan yang agung, yang dengannya Islam dan pengikutnya menjadi mulia, dan yang dengannya pula orang-orang munafiq dan pengikutnya menjadi hina, dan jadikan lah kami juga di antara orang-orang yang menyeru ketaatan kepada-Mu dan pemimpin di jalan-Mu, dan karuniakan lah kepada kami karamah dunia dan akhirat dengannya. Ya Allah! Tampakkan lah kepada kami tentang kebenaran dan hakikat yang tidak kami ketahui dan sampaikan lah apa-apa yang tidak dapat kami meraihnya.

Ya Allah! kabulkan lah doa-doa kami dan jauhkan kami dari orang-orang yang berniat jahat.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Thursday, 17 August 2017

Do’a Gus Mus Untuk Kemerdekaan RI


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Ya Allóh ya Tuhan kami,
Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,
Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah
Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi
kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan,
Ya Allóh yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,
Demi nama-nama agungMu yang maha indah
Demi sifat-sifat suciMu yang maha indah
Demi ciptaan-ciptaanMu yang serba indah
Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerahMu.
Keindahan merdeka dan kemerdekaan
Keindahan hidup dan kehidupan
Keindahan manusia dan kemanusiaan
Keindahan kerja dan pekerjaan
Keindahan sederhana dan kesederhanaan
Keindahan kasih sayang dan saling menyayang
Keindahan kebijaksanaan dan keadilan
Keindahan rasa malu dan tahu diri
Keindahan hak dan kerendahan hati
Keindahan tanggung jawab dan harga diri
Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
kemampuan mensyukuri nikmat anugerahMu
dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridlai
Selamatkanlah jiwa-jiwa kami
dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami
Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami
Kuatkanlah lahir batin kami
untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi
yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati
kemanusiaan dan kemerdekaan kami
Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja
selain penjajahanMu
termasuk penjajahan diri kami sendiri
Kokohkanlah jiwa raga kami
untuk menjaga keindahan negeri kami.

Ya Malikal Mulki Ya Allóh yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa
Jangan kuasakan atas kami –karena dosa-dosa kami–
penguasa-penguasa yang tak takut kepadaMu
dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami.
Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya
penuh dengan keindahan cahaya kasihsayangMu
sehingga kasihsayangnya melimpahruahi rakyatnya
Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin
Yang merupakan isyarat kemurkaanMu atas bangsa kami

Wahai Maha Cahya di atas segala cahya
Pancarkanlah cahyaMu di mata dan pandangan kami
Pancarkanlah cahyaMu di telinga dan pendengaran kami
Pancarkanlah cahyaMu di mulut dan perkataan kami
Pancarkanlah cahyaMu di hati dan keyakinan kami
Pancarkanlah cahyaMu di pikiran dan sikap kami
Pancarkanlah cahyaMu di kanan dan kiri kami
Pancarkanlah cahyaMu di atas dan bawah kami
Pancarkanlah cahyaMu di dalam diri kami
Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya
Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya
dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya
Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurusMu dan menurutinya
dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya

Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya
Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya
dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya
Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya
dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya
Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya
Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan
di batin kami.

Ya Maha Cahya di atas segala cahya
Jangan biarkan sirik dan dengki
hasut dan benci
ujub dan takabur
serakah dan kejam
kebencian dan dendam
dusta dan kemunafikan
gila dunia dan memuja diri
lupa akherat dan takut mati
serta bayang-bayang hitam lainnya
menutup pandangan mata-batin kami
dari keindahan wajahMu.
menghalangi kami
mendapatkan kasihMu
menghambat sampai kami
kepadaMu.

Ya Allóh ya Tuhan yang Maha Pengampun
Ampunilah dosa-dosa kami
Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami
Ya Allóh ya Tuhan kami yang Maha Rahman dan Rahim,
Rahmatilah negeri dan bangsa kami
Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami.

Amin.

Malam Tirakat Dan Tasyakur HUT Kemerdekaan NKRI ke 72 tahun.

(suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Picture Post Terbaru


Popular Posts

Popular Pos Bulan Ini

Jadwal Sepak Bola

Top News Terkini

Menjijikan!!! Beginilah Gambaran Budak Sex Menurut Kaum Saudi Salafi Wahabi dan ISIS Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani? Berikut Penjelasan Saksi Mereka Gus Dur (1993) Mempersilahkan Warga NU Untuk Masuk Syi’ah Asal Jangan Salafi (Wahabi) dan Khawarij. Silahkan Baca Pernyataan Gus dur Mengenai Ahlus Sunnah dan Syiah Yang Dicantumkan Dua Sifat Yang Harus Dimiliki Syi’ah Inilah Daftar Syiah Palsu Bikinan Inggris dan Amerika (Pengikut Israel Berkedok Syiah, Syiah Iran dan Syiah Irak) Galeri Adnan Oktar (Harun Yahya) Ada Dipihak Yahudi, Ia Seorang Mason (Freemason). Simak Galerinya! Ulama Wahabi: Boleh Menyetubuhi Mayat Istri 6 Jam Setelah Meninggal Jokowi Anak PKI Itu Hoax, Prabowo Anak Pemberontak Itu Fakta! Berikut Bukti-Bukti! Mamah Dedeh Melarang Muslim Jadi Dokter Hewan, Ini Tanggapan Ketua PB PDHI Heboh! Pria Ini Beristri 39, Tinggal Serumah dengan 100 Kamar, Satu Istri Digilir Seminggu. Begini Penampakannya! Ketahuan Lagi, 5 Aset Boss First Travel Yang Ditimbun. Yang Nomor 4 Gak Nyangka! Berapa Lama Lagi Kemunculan Imam Zaman afs Akan Terjadi? Ditanya Tabiat Wahabi, Ini Jawaban KH Maimoen “Mbah Moen” Zubair Terkuak! Pengakuan Tetangga Tentang Asma Dewi, Mulai Soal Anak dan Suami Sampai Soal Rumah Palsu Kena Skak Mat, Fahri Hamzah Balas Cuitan Mahfudz MD Dengan Serang Pribadinya Begitu Emosional Habib Riziq :Kalau Ahok Bebas, Saya Habib Rizieq Tidak Akan Tinggal Di Indonesia Lagi Akun Ini Posting Soal Fotonya dan Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Ngamuk di Instagram Apakah Imam Mahdi Memiliki Istri dan Anak? Ritual Duka Imam Husain di Eropa dan Kanada Sebut Bantuan Jokowi ke Rohingya Hanya Pencitraan, Berikut Klarifikasi Prabowo Kecewa Dengan Amien Rais, Mantan Wapres Try Sutrisno Bongkar Keburukan Amien Rais di Acara Silaturrahmi Nasional TNI Kami Bersama Rakyat Arab Saudi Untuk Gulingkan Al Saud Ternyata DN Aidit ‘PKI’ Berfaham Wahabi Cara Bijak Leluhur Jawa ‘Melawan Lupa’ Tragedi Karbala “Tathbir” di Luar Ajaran Syi’ah dan Bertentangan Dengan Islam

GROUP ABNS



Advertisement

Commet Facebook Umum ABNS

Tags ABNS

 
close
Pasang Iklan Disini