ANGKASA NEWS: MAJU UNTUK BERSAMA KAMI

News
Loading...
Showing posts with label ABNS INTERNASIONAL. Show all posts
Showing posts with label ABNS INTERNASIONAL. Show all posts

Monday, 6 November 2017

Pejabat PBB: Masuknya Bantuan Kemanusiaan Tanpa Syarat ke Myanmar


Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dalam Urusan Pengungsi meminta Myanmar agar mengizinkan bantuan kemanusiaan sampai ke tangan umat muslim yang membutuhkan di negara ini dengan tanpa syarat dan batasan.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Arakan, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dalam Urusan Pengungsi dalam sebuah pernyataan pers mengumumkan, Volker Turk, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dalam urusan Pengungsi dalam pertemuan dengan para pengurus Myanmar meminta jaminan pembuatan lingkungan aman dan dukungan terhadap semua kelompok di propinsi Rakhine.

Ia demikian juga meminta para pejabat negara ini agar mengizinkan sejumlah organisasi bantuan untuk menghantarkan sejumlah bantuan kemanusiaannya ke sejumlah kelompok yang membutuhkan di negara ini dengan tanpa syarat dan batasan.

Volker Turk sekali lagi mengafirmasi hak kembali ratusan ribu pengungsi yang kabur dari propinsi Rakhine ke Bangladesh dan meminta pemerintah Myanmar agar menjaminkan kepulangan aman, permanen, dan disertai dengan hak pemilihan untuk mereka.

(Arakan/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Saturday, 4 November 2017

Pameran Medis Digelar di Sela Kongres Internasional CASPIAN


Di sela kongres internasional CASPIAN, CSI, digelar pameran peralatan kedokteran yang diikuti oleh sejumlah perusahaan pembuat alat-alat kedokteran. Pameran itu diselenggarakan di rumah sakit Razavi.

Astan News melaporkan, bersamaan dengan diselenggarakannya pertemuan bersama membahas penyakit turunan dan katup jantung antara Iran dan Eropa, digelar pameran alat-alat kedokteran yang diikuti oleh sejumlah perusahaan pembuat alat-alat kedokteran, di sela pertemuan itu.

Pameran tersebut digelar di sebuah lahan seluas 1.200 meter dan diikuti oleh sejumlah perusahaan yang menempati 15 stan untuk memamerkan produk-produk terbarunya.

Sejumlah ilmuwan terkemuka di bidang kardiovaskular dari Iran dan 18 negara dunia, turut serta dalam pameran alat-alat kedokteran tersebut.

Pameran ini dibuka setiap hari dari pukul 8 hingga 18 selama kongres berlangsung dan siap menerima kunjungan para pakar kardiovaskular dalam maupun luar negeri.

(Astan-News/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Friday, 3 November 2017

Seminar Kerjasama Ilmiah dan Pendidikan Kampus-kampus Iran dan Indonesia di Universitas Mazâhib Islâmî


Telah berlangsung seminar kajian hubungan kerjasama ilmiah dan pendidikan kampus-kampus Iran dan Indonesia yang turut dihadiri oleh para pimpinan dua kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Indonesia dan rektor, dosen-dosen dan para mahasiswa Universitas Mazâhib Islâmî di ruang seminar kampus ini.

Menurut laporan kantor berita Shafei-News yang dinukil dari universitas Mazâhib Islâmî, pada seminar yang berlangsung di universitas Mazâhib Islâmî ini ikut hadir Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Muhammad Husain Mukhtari (rektor universitas Mazâhib Islâmî), Prof. Dr. Muhammad Syirazi (Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah-Indonesia), Prof. Dr. Musafir (Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar-Indonesia) dan juga Dr. Hamdan, purek (pembantu rektor) Urusan Luar Negeri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar-Indonesia. Para pimpinan kampus Indonesia menyampaikan makalah-makalahnya khusus dalam kaitan korelasi agama dan sosial.


Di awal seminar ini, Dr. Hujjatullah Ibrahimian, purek (pembantu rektor) dalam bidang penelitian Universitas Mazâhib Islâmî yang juga pernah menjabat sebagai atase kebudayaan Iran di Indonesia dari tahun 1392 hingga 1394 Syamsi, dalam pemaparannya terkait informasi khusus tentang Indonesia mengatakan, “Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 262 juta orang, negara yang menduduki peringkat keempat dunia dalam masalah jumlah penduduk setelah China, India dan Amerika, dan 86 persen penduduk negara ini yakni 200 juta jiwa menganut agama Islam.”

Beliau dengan mengisyaratkan bahwa seluruh kaum Muslimin negara ini bermazhab Syafi’i dan pencita Ahlulbait as, mengingatkan bahwa Islam Indonesia memiliki karakter toleran dan slogan masyarakat Muslim negara ini adalah “Persatuan dalam keragaman dan keragaman dalam persatuan.”


Ibrahimian menyebutkan diantara titik-titik persamaan negara Iran dan Indonesia adalah “Kesamaan Agama” dan “Kecintaan terhadap Ahlulbait as” serta “Keberadaan para sayid dan habaib di Indonesia yang jumlahnya sekitar tiga juta habib,” ia menjelaskan bahwa urusan-urusan keagamaan di Indonesia berada di bawah naungan sebuah lembaga formal (Kementrian Agama) dan tiga lembaga non-formal yaitu Nahdatul Ulama, Majlis Ulama Indonesia dan Muhammadiyah. Kementrian Agama sendiri menaungi sekitar 700 universitas Islam yang tersebar di berbagai pelosok tanah air.

Di akhir materinya beliau menegaskan bahwa Universitas Mazâhib Islâmî memiliki 10 program kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Universitas Islam Negeri Raden Fatah (Indonesia) untuk tahun 2017 sampai tahun 2018 yang akan terealisasi.

Pada lanjutan seminar ini, Dr. Hamdan, purek (pembantu rektor) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar untuk urusan luar negeri, dalam makalahnya yang mengangkat tema “Demokrasi, Pluralisme dan Aliran-aliran Kebudayaan Indonesia,” memaparkan bahwa kami lebih banyak menggunakan al-Qur’an untuk produk hukum padahal semestinya lebih dari itu yaitu menggali makna-makna dan pemahaman-pemahaman al-Qur’an.


Beliau dengan menjelaskan bahwa teks-teks keagamaan sebagai penjelasan agama atau bahkan agama itu sendiri, menekankan bahwa kami lebih banyak terfokus pada penghafalan teks-teks ini padalah seharusnya kami pun harus lebih kritis terhadapnya.

Selanjutnya Prof. Dr. Musafir, rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, menyampaikan makalahnya dengan mengangkat tema “Agama dalam kacamata Sosial” dan mengatakan bahwa tujuan dari pembahasan ini adalah menawarkan sebuah teori akurat tentang korelasi agama dan sosial serta kemajuan teori ini.

Beliau dalam presentasinya bahwa agama dan sosial terkadang memiliki perbedaan, berkata, “Ada banyak ayat-ayat dalam al-Qur’an yang berbeda dengan realitas-realitas sosial, sebagai contoh Allah Swt dalam al-Qur’an menganggap bahwa kaum Muslimin adalah sebaik-baik umat tapi pada kenyataannya di tengah-tengah masyarakat bahkan dalam masalah ekonomi, politik dan lain-lain masih bukan yang terbaik dan malahan Barat yang mengambil alih segala urusan dan perkara.


Prof. Dr. Muhammad Syirazi (Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah-Indonesia) juga dalam makalah yang mengangkat tema “Globalisasi dan Pendidikan Tinggi” menegaskan bahwa kita mampu meraihnya dengan mensosialisasikan kreatifitas, adanya akses lintas batas, pertukaran mahasiswa, pengolahan konten, kemajuan persaingan dan efisiensi ekonomi dan finansial.


Di penghujung seminar ini juga Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Mukhtari, rektor universitas Mazâhib Islâmî, selain berterima kasih kepada para pimpinan dua Universitas Islam Negeri (UIN) ini yang telah menyampaikan makalahnya masing-masing yang begitu bermanfaat dan cukup argumentatif dalam seminar ini, menyampaikan harapannya bahwa kedepan kerjasama universitas Mazâhib Islâmî dengan dua Universitas Islam Negeri Indonesia ini akan semakin meningkat.

(Shafei-News/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Thursday, 2 November 2017

Mungkinkah CCTV Alexis Dibuka? Begini Kata LEMKAPI


Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan angkat bicara terkait pernyataan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, yang menyarankan CCTV Alexis dibuka untuk mengetahui siapa saja yang sering berkunjung ke sana.

Menurut Edi, permintaan tersebut tidak mungkin diwujudkan. Pasalnya, tidak ada pihak yang bisa membuka rekaman CCTV selain kepolisian. Bahkan pihak kepolisian juga baru bisa membuka rekaman jika ditemukan ada indikasi tindak pidana.

“Saya kira tidak boleh, CCTV itu bisa dibuka jika ditemukan ada unsur indikasi tindak pidana di dalamnya dan yang boleh melihat itu adalah polisi,” ujar Edi kepada JPNN, Rabu (1/11).

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini bahkan meminta kepolisian berhati-hati menyikapi kasus Alexis. Jangan sampai kepolisian terjebak, karena besar kemungkinan dalam kasus tidak diperpanjangnya izin usaha Alexis terdapat unsur politis.

“Polisi harus hati-hati dalam melihat kasus ini. Saya berpandangan ada unsur politis. Rekaman CCTV bisa dibuka misalnya ada kasus perampokan di sana. Kemudian untuk mencari pelaku tentu polisi menggunakan teknologi, salah satunya dengan memeriksa CCTV yang ada di hotel,” katanya.

Edi juga meminta Pemprov DKI lebih tegas usai tidak memperpanjang izin usaha Alexis. Dia menilai jangan hanya Alexis yang jadi sasaran, tapi juga tempat-tempat lain yang dinilai memiliki unsur prostitusi.

“Kalau mau tegas, saya setuju semua tempat hiburan malam yang memiliki unsur prostitusi dan narkoba ditutup. Saya yakin tidak sulit mendapatkannya,” pungkas Edi.

(JPNN/suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Wednesday, 1 November 2017

Kapolri di UN: Terrorism Is Not Islam and Islam Is Not Terrorism


Kapolri Jenderal Polisi H Muhammad Tito Karnavian, Ph.D menjadi salah satu pembicara dalam Panel Discussion yang diselenggarakan di Markas PBB New York, senin 30 Oktober 2017.

Dalam Panel Discussion tersebut, tampil sebagai moderator adalah permanent representative of Indonesia for the United Nations HE. Dian Triansyah Djani, Sebagai Keynote Remarks Chief of Policy and Coordinating Unit UNOCT Mr. Rafiuddin Shah (Pakistan), panelis pertama permanent representative of Singapore for United Nations HE Burhan Gafoor dan panelis kedua Kapolri Jenderal Tito.

Dalam diskusi yang dihadiri 52 perwakilan negara tersebut, Kapolri berbicara mengenai Strategy and Counter Strategy on global terrorist networks, dan pandangannya tentang terorisme global yang telah menjadi isu utama dalam keamanan dunia Internasional saat ini.

Kapolri membagi fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama saat kemunculan Al Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia.

Kapolri menjelaskan pentingnya konsep strategi soft approach dalam menghadapi kelompok terorisme ini, tidak hanya mengandalkan Hard Approach.

Hadirin sangat antusias dengan konsep soft approach ini, terlebih ketika Kapolri menyampaikan adanya penurunan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia, mengingat terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata.

Dalam pendekatan lunak ini, Tito Karnavian menjelaskan sedikitnya ada 5 langkah yang bisa ditempuh, yakni kontra radikalisasi, deradikalisasi, kontra ideologi, menetralisir saluran dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.

Pada akhir diskusi, Kapolri menyampaikan pesan penting kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian dunia khususnya di negara negara Islam. PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga Muslim karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik tersebut.

Selain mengikuti Panel Discussion , Kapolri juga menyempatkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan USG Dept. field support Mr Atul Khare untuk membicarakan kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia serta bertemu dengan USG UNOCT mr. Vladimir Voronkov guna sharing informasi tentang penanganan terorisme global.

Pada kesempatan itu Mr Voronkov menawarkan Jenderal Tito untuk berbicara dalam forum khusus yg diikuti semua negara anggota PBB tentang terorisme yg diadakan PBB pada bulan Juni 2018 di New York.


Simak Galerinya:









(suaraislam/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Monday, 30 October 2017

Analis: AS Menghancurkan Negara-negara Yang Menghentikan Senjata Nuklir Mereka

James Mattis - US Defense Secretary.

Seorang penulis dan komentator politik Amerika mengatakan bahwa negara-negara yang ingin aman dari agresi Washington tidak boleh melepaskan senjata nuklir mereka, dan bahwa setiap negara yang setuju untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat mengenai isu-isu ini akan dihancurkan.

E. Michael Jones, seorang penulis, mantan profesor, komentator media di Indiana dan editor majalah Culture Wars saat ini, menyampaikan ucapan tersebut dalam sebuah wawancara telepon dengan Press TV pada hari Sabtu (28/10).

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan pada hari Sabtu (28/10) bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah menerima sebuah nuklir Korea Utara, dan mengancam sebuah "respon militer besar-besaran" terhadap penggunaan senjata nuklir apapun terhadap Washington atau sekutu-sekutunya.

"Jangan salah - serangan ke Amerika Serikat atau sekutunya (maka) akan dikalahkan," kata kepala Pentagon pada sebuah konferensi pers di ibukota Korea Selatan, Seoul. "Setiap penggunaan senjata nuklir oleh Korea Utara akan disambut dengan respon militer yang besar, efektif dan luar biasa."

(Press-TV/Islam-Times/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Ribuan Pengikut ISIS Pulang ke Tanah Air


Berdasarkan hasil survei besar yang dilakukan sebuah perusahaan swasta di bidang intelijen keamanan, terungkap bahwa ada ribuan pengikut ISIS yang kini pulang dari Suriah dan Iraq ke tanah air mereka masing-masing.

Mereka adalah orang-orang yang terlena dengan misi pendirian "khilafah Islam" yang dipropagandakan ISIS lewat berbagai media dan mendorong mereka berbondong-bondong menuju Iraq dan Suriah.

Laporan tersebut dirilis oleh perusahaan The Soufan Group yang berbasis di New York, Selasa (24/10), sebagaimana dilansir Washington Times. Temuan ini juga menyebut Rusia sebagai sumber nomor satu para anggota ISIS asing.

"Sekarang ada setidaknya 5.600 warga atau penduduk dari 33 negara yang kembali ke kampung halaman," kata laporan itu. Menurutnya, situasi ini menjadi tantangan besar bagi keamanan negara-negara di dunia.

Tentang apakah pengikut ISIS yang kembali tersebut akan mengalami radikalisasi dan menimbulkan ancaman di kampung halaman mereka telah menjadi sumber perhatian utama petugas keamanan dan intelijen di pemerintahan di Timur Tengah, Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

Menurut laporan itu juga, beberapa alasan yang membuat gerakan ISIS menurun adalah gencarnya kampanye internasional melawan kelompok teroris ini, ditambah ketatnya kontrol perbatasan oleh Turki.

Tapi ada peningkatan jumlah perempuan asing yang berangkat ke kawasan yang dikuasai ISIS. Juga peningkatan jumlah anak lantaran angka kelahiran di sana.

Pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya mengetahui masalah tersebut namun berhasil mencegah pasukan ISIS untuk mencari perlindungan di negara lain.

(The-Soufan-Group/Washington-Times/NU-Online/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Friday, 27 October 2017

PBB: Kondisi Memprihatinkan Para Pengungsi Baru Rohingya di Bangladesh


PBB mengumumkan, lebih dari 600 pengungsi muslim Rohingya kabur ke Bangladesh sejak dimulainya sejumlah kekerasan di propinsi rakhine Myanmar.

Menurut laporan IQNA dilansir dari harian The Daily Mail, PBB, Minggu (22/10) dengan memublikasikan sebuah laporan mengumumkan, 603 ribu pengungsi sejak dimulainya kekerasan pada bulan lalu memasuki Bangladesh dengan melewati perbatasan dan meski kondisi memprihatinkan para pengungsi di Bangladesh dikarenakan tidak adanya fasilitas-fasilitas primer, namun gelombang migrasi ke negeri ini masih terus berlanjut.

Umat muslim Rohingya tidak memiliki cara lain selain kabur dikarenakan menghadapi kekerasan terburuk dan pembunuhan brutal para militer Myanmar. Dari sisi lain, pemerintah Bangladesh merasa khawatir akan kondisi dimulainya gelombang baru para pengungsi dan tidak adanya fasilitas lazim untuk mereka.

Menurut harian The Independent, UNICEF juga memperingatkan sekitar 340 ribu anak kecil muslim Rohingya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan tanpa akses makanan, minuman, dan penjagaan kesehatan di sejumlah kamp pengungsi.

Organisasi ini mengumumkan, satu dari lima anak mengalami kekurangan gizi dan membutuhkan perawatan medis. UNICEF memperingatkan, di setiap pekan, sekitar 12 ribu anak kecil Rohingya tiba ke Bangladesh dan banyak sekali dari mereka mengalami gangguan kejiwaan karena menyaksikan sejumlah kekerasan.

(The-Daily-Mail/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Peringatan PBB Akan Kesinambungan Pembunuhan Warga Rohingya


Komisaris TinggiPBBuntuk Hak Asasi Manusia,Zeid Raadal-Hussein mengabarkan kesinambungan pembunuhan dan penganiayaan umat muslim oleh para tentara Myanmar di Rakhine.

Menurut laporan IQNA dilansir dari The Independent, Zeid Raadal-Hussein mengatakan tim penelitinya di propinsi Rakhine mendapat banyak laporan tentang penembakan-penembakan asal-asalan, penangkapan dan eksekusi sewenang-wemang, pengusiran paksa, penganiayaan dan bentuk kekerasan seksual lainnya dan penyiksaan.

"Sekarang dimana kita tengah membicarakan masalah ini, kejahatan-kejahatan tersebut masih terus berlanjut,” tegasnya.

Ia sekali lagi mengulangi ucapan sebelumnya dan mengatakan, kondisi di Myanmar merupakan contoh riil akan pembersihan etnis.

Sejumlah medis PBB juga mengabarkan penganiayaan dan penyiksaan seksual terhadap umat muslim Rohingya.

Umat muslim Rohingya masih terus kabur ke Bangladesh dan sampai sekarang 580 ribu warga terlunta-lunta di negara ini.

Pemerintah Myanmar mengklaim melakukan serangan militer sebagai pembalasan atas serangan gerilyawan Muslim; namun sejumlah bukti menunjukkan militer negara ini menginginkan genosida muslim.

(The-Independent/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Reporter Khusus PBB Himbau Masyarakat Internasional Boikot Israel


Reporter khusus PBB untuk urusan HAM meminta Masyarakat Internasional dan para bisnisman dunia untuk tidak melakukan hubungan perdagangan dengan Israel sampai penjajahan Palestina berakhir.

Demikian himbauan Michael Link dirilis oleh al-Quds al-Arabi pada saat jumpa pers hari ini.

Link menghimbau Masyarakat Internasional dan seluruh pedagang serta bisnisman dunia supaya memboikot Israel dan seluruh perusahaan yang dimiliki oleh rezim penjajah Palestina ini.

Link menuduh Israel telah meninjak-injak undang-undang internasional dan seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dengan cara melanjutkan penjajahan Palestina, membuat warga Palestina terlantar, merusak rumah-rumah warga Palestina, memperluas perumahan ilegal Zionis, dan mengepung Jalur Gaza dari udara, darat, dan laut.

Link meminta kepada seluruh negara dunia supaya mengesahkan undang-undang yang melarang seluruh perusahaan mereka untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Israel di tanah penjajahan.

(Al-Quds-Al-Arabi/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Thursday, 26 October 2017

Liga Arab Menuntut Supaya Israel Diboikot Ekonomi


Liga Arab meminta seluruh negara Arab memboikot Israel supaya rezim penjajah ini memperhatikan hak-hak rakyat Palestina.

Demikian pernyataan Liga Arab ini dilansir oleh al-Ma’lumah hari ini.

Boikot yang dihimbau oleh Liga Arab harus bersifat menekan sehingga Israel mau menaati seluruh bentuk resolusi yang pernah dikeluarkan oleh PBB.

Himbauan pemboikotan Israel ini disampaikan oleh Sa’id Abu Ali, wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab untuk kasus Palestina dan tanah pendudukan, dalam sebuah konferensi di pusat Liga Arab di Kairo. Salah satu hak pasti rakyat Palestina, menurut Abu Ali, adalah membentuk negara yang independen dengan ibukota Yerusalem.

Muhannad Akluk, utusan tetap Palestina untuk Liga Arab, menegaskan, boikot Israel merupakan jalan terakhir yang bisa diambil oleh negara-negara Arab untuk melawan dan memusnahkan Israel.

“Masa perang telah tiba, dan kita tidak memiliki jalan legal untuk melawan Israel kecuali boikot ini,” ujar Muhannad.

Adib Salim, utusan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dalam konferensi tersebut menegaskan, “Boikot ekonomi Israel adalah sebuah langkah pertahanan yang legal dan memiliki sandaran dokumen-dokumen internasional.”

“Boikot ekonomi atas Israel dan pihak-pihak asing yang bekerja sama dengan para penghuni perumahan ilegal Zionis hanyalah sebuah tindakan preventif, bukan tujuan final,” lanjut Adib.

Perlu diketahui, sebagian negara Arab mengimpor peralatan pertanian, industri, dan pelayanan umum yang mereka perlukan dari Israel, baik secara resmi maupun tidak resmi.

(Al-Ma’lumah/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Wednesday, 25 October 2017

Konferensi Internasional Jenewa Untuk Muslimin Myanmar


Pada konferensi internasional untuk membantu Muslimin Myanmar, Kuwait mengumumkan akan mengumpulkan dana sebesar 435 juta dolar hingga tahun 2018 mendatang.


Demikian berita ini dilansir oleh al-Yaqm al-Sabi’ hari ini menukil pernyataan Khalid al-Jarullah wakil Menteri Luar Negeri Kuwait pada saat orasi di pembukaan konferensi internasional tersebut.

Kuwait berinisiatif untuk menggelar konferensi ini dengan bantuan Uni Eropa, Komisaris Tinggi Pengungsi PBB, dan Badan Koordinasi Bantuan Kemanusiaan PBB di Jenewa.

Pada konferensi tersebut, al-Jarullah mengumumkan telah berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar 15 juta dolar dalam rangka mengamini usaha sistematik internasional untuk mengurangi penderitaan para pengungsi Rohingya.

“Tujuan konferensi internasional ini adalah mengumpulkan dana bantuan sebesar 435 juta dolar hingga Februari 2018 mendatang,” ujar al-Jarullah.

Menurut al-Jarullah, partisipasi Kuwait ini dilakukan di samping dukungan dan bantuan kemanusiaan yang telah dilakukan selama ini melalui badan-badan amal jariah. Termasuk mengirimkan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan kemanusiaan kepada Muslimin Myanmar.

“Sekarang ini, dunia terutama Dewan Keamanan PBB harus menanggung tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Tentu, sebelum itu, lembaga ini harus bertanggung jawab secara politik atau hukum untuk menghentikan krisis tersebut,” tutur al-Jarullah.

Al-Jarullah menghimbau pihak terkait di Myanmar supaya mengambil langkah-langkah kongkrit untuk mencegah pelanggaran dan menjamin keamanan seluruh warga.

(Al-Yaqm-Al-Sabi’/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Monday, 23 October 2017

OKI: Terorisme Menentang Nilai Islam dan Kemanusiaan


Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengucapkan selamat kepada Suriah atas keberhasilan membebaskan kota Raqqah dari tangah kelompok teroris. Menurut organisasi dunia ini, aksi-aksi teroris bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

Seperti dilansir oleh situs resmi informasi radio.gov, OKI menyambut hangat pembebasan kota Raqqah dari tangan teroris ISIS ini.

OKI kembali menekankan dukungan terhadap upaya solusi damai untuk menuntaskan krisis Suriah.

Dalam sebuah pernyataan resmi, OKI menekankan urgensi usaha bersama di segala bidang untuk memerangi terorisme.

“Terorisme telah berubah menjadi sebuah ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan dunia,” tukas OKI dalam pernyataan tersebut.

Dr. Yusuf bin Ahmad Utsaimin, ketua OKI, mengacam keras serangan bom bunuh diri yang menggempur Afghanistan kemarin. Serangan bom bunuh diri teroris ini telah merenggut korban sebanyak 60 warga Afghanistan.

Ia menegaskan bahwa aksi-aksi teroris bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

Di samping kedua isu di atas, OKI juga mengecam keras pembantaian warga muslim Afrika Tengah yang dilakukan oleh pasukan semi militer Kristen Anti Balaka. Ia menghimbau supaya para korban teroris ini segera diberi bantuan.

Kelompok teroris Anti Balaka pada hari Kamis lalu melakukan aksi teroris yang telah merenggut nyawa lebih dari 150 warga muslim Afrika Tengah.

(GOV/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Dewan Keamanan PBB Bela Kesepakatan Nuklir Iran

(Foto: Oke-Zone)

Pada sidang Dewan Keamanan PBB tadi malam, mayoritas anggota yang hadir mengecam pernyataan-pernyataan wakil Amerika Serikat sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.

Sidang tadi malam DK PBB mengupas isu seputar Timur Tengah. Wakil Iran untuk dewan ini menguraikan peran negatif Amerika sehubungan dengan isu utama kawasan ini. Yaitu Palestina.

“Penjajahan Palestina dan siasat agresi yang selalu dilakukan oleh rezim Zionis Israel adalah pilar utama seluruh krisis Timur Tengah,” ujar Ghulam Ali Khusyru, wakil tetap Republik Islam Iran untuk DK PBB.

Khusyru menekankan, “Setiap usaha Amerika untuk mengeluarkan isu Palestina dari agenda Dewan Keamanan PBB tidak akan pernah berguna. Inilah kesengsaraan rakyat Palestina yang telah diciptakan oleh Israel dengan dukungan Amerika sehingga menjadi tragedi sejarah yang paling panjang di dunia.”

Akan tetapi, Nikki Haley wakil Amerika untuk DK PBB berusaha menyeret sidang tadi malam ke arah kesepakatan nuklir Iran dan bahwa Iran sudah tidak berkomitmen lagi terhadap JCPOA.

“Setiap 6 bulan sekali, DK PBB menerima laporan buruk tentang Iran. Akan tetapi, hanya sisi baik yang memperoleh perhatian. Iran jangan sampai hanya dibatasi pada sisi nuklir. Semua aksi ofensif Iran harus juga diperhatikan,” ujar Haley.

Akan tetapi, mayoritas anggota DK PBB, termasuk Inggris yang merupakan sekutu terdekat Amerika, menyatakan tetap mendukung JCPOA.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Friday, 20 October 2017

Konferensi Internasional “Ilmu Sosial Kontemporer Dalam Persfektif Imam Syafi’i” di Indonesia (Sunni-Syiah Telah Bersatu)


Berlangsung seminar internasional dengan tema “Ilmu Sosial Kontemporer dalam Persfektif Imam Syafi’i” pada tanggal 22 mei 2017 di Indonesia.

Berlangsung seminar internasional dengan tema “Ilmu Sosial Kontemporer dalam Persfektif Imam Syafi’i” pada tanggal 22 mei 2017 atas kerjasama Universitas Madzâhib Islâmî (mazhab-mazhab Islam) dan Markaz Besar Islam wilayah Barat Iran serta Universitas Islam Negeri Raden Fatah, di Indonesia.

Menurut laporan kantor berita Shafei-News yang dinukil dari humas Universitas Madzâhib Islâmî (mazhab-mazhab Islam), kunjungan rombongan beberapa ulama dan cendekiawan Iran akan dimulai hari ini, 20 mei 2017, guna melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh-tokoh agama, petinggi-petinggi universitas dan ulama-ulama Ahlusunnah Indonesia, dan yang turut serta dalam rombongan ini antara lain: Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Muhammad Husain Mukhtari, rektor Universitas Madzâhîb Islâmî (mazhab-mazhab Islam), Ayatullah Sayid Husaini Shahrudi, anggota Majelis Khubregan atau Dewan Ahli Kepemimpinan Republik Islam Iran sekaligus wakil wali faqih di provinsi Kurdistan.

Salah satu program dari kunjungan ini adalah mengadakan seminar internasional pada tanggal 22 mei 2017 dengan tema “Ilmu Sosial Kontemporer dalam Persfektif Imam Syafi’i” hasil kerjasama Universitas Madzâhib Islâmî (mazhab-mazhab Islam) dan Markaz Besar Islam wilayah Barat Iran serta Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Indonesia.

Seminar yang dihadiri oleh sejumlah cendekiawan dan intelektual Islam ini, menghadirkan pemateri antara lain: Prof. Dr. Nasaruddin Umar, mantan wakil menteri Agama RI dan juga Imam Besar Mesjid Istiqlal, Mesjid terbesar di Asia Tenggara sekaligus salah satu tokoh dan ulama besar Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Syirazi, Rektor Universitas Islam Raden Patah, Ayatullah Sayid Husaini Shahrudi, anggota Majelis Khubregan atau Dewan Ahli Kepemimpinan Republik Islam Iran dan pimpinan Markaz Besar Islam bagian Barat Iran sekaligus wakil wali faqih di provinsi Kurdistan, Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Muhammad Husain Mukhtari, rektor Universitas Madzâhîb Islâmî.

Diantara program kunjungan penting rombongan beberapa ulama dan cendekiawan Iran ke Indonesia adalah mengadakan pertemuan dengan Prof. Plato, ketua MUI, pertemuan dengan ulama-ulama Ahlusunnah Provinsi Sumatra Selatan, pertemuan dengan pimpinan Universitas Raden Fatah Palembang, pertemuan dengan jajaran pimpinan universitas dan berbagai institute, penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerjasama antara Universitas Raden Fatah dengan Universitas Madzâhîb Islâmî (mazhab-mazhab Islam), pertemuan dengan wakil wali faqih untuk Indonesia, pertemuan dengan wakil Universitas al-Musthafa dan ketua Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra di kampus terkait, pertemuan dengan ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) cabang Sulawesi Selatan dan ulama-ulama Ahlusunnah serta pertemuan dengan para pecinta Ahlulbait as.

Juga akan diadakan pertemuan dengan Prof. Dr. Musafir, rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, mengikuti seminar internasional bertajuk “Pemikiran-pemikiran Imam Syafi’i dan Penerapannya dalam wacana Islam kontemporer”, penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerjasama antara Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan Universitas Madzâhîb Islâmî (mazhab-mazhab Islam), dan juga pertemuan dengan pimpinan sejumlah universitas Islam Swasta provinsi Sulawesi Selatan.
Perlu diketahui beberapa waktu lalu saat kunjungan jajaran pimpinan universitas-universitas Indonesia ke Universitas Madzâhîb Islâmî (mazhab-mazhab Islam) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerjasama, ditegaskan untuk terus meningkatkan kerjasama antara Universitas Madzâhîb Islâmî (mazhab-mazhab Islam) dan universitas-universitas Indonesia dengan menjadikan persoalan-persoalan dunia Islam sebagai titik sentral kerjasama, serta telah berlangsung penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MOU) kerjasama penting dalam bidang keilmuan, pendidikan, penelitian dan juga kegiatan-kegiatan internasional antara Universitas Madzâhîb Islâmî (mazhab-mazhab Islam) dengan beberapa universitas Indonesia.

(Shafei-News/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Dewan Keamanan PBB Bela Kesepakatan Nuklir Iran


Pada sidang Dewan Keamanan PBB tadi malam, mayoritas anggota yang hadir mengecam pernyataan-pernyataan wakil Amerika Serikat sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.

Sidang tadi malam DK PBB mengupas isu seputar Timur Tengah. Wakil Iran untuk dewan ini menguraikan peran negatif Amerika sehubungan dengan isu utama kawasan ini. Yaitu Palestina.

“Penjajahan Palestina dan siasat agresi yang selalu dilakukan oleh rezim Zionis Israel adalah pilar utama seluruh krisis Timur Tengah,” ujar Ghulam Ali Khusyru, wakil tetap Republik Islam Iran untuk DK PBB.

Khusyru menekankan, “Setiap usaha Amerika untuk mengeluarkan isu Palestina dari agenda Dewan Keamanan PBB tidak akan pernah berguna. Inilah kesengsaraan rakyat Palestina yang telah diciptakan oleh Israel dengan dukungan Amerika sehingga menjadi tragedi sejarah yang paling panjang di dunia.”

Akan tetapi, Nikki Haley wakil Amerika untuk DK PBB berusaha menyeret sidang tadi malam ke arah kesepakatan nuklir Iran dan bahwa Iran sudah tidak berkomitmen lagi terhadap JCPOA.

“Setiap 6 bulan sekali, DK PBB menerima laporan buruk tentang Iran. Akan tetapi, hanya sisi baik yang memperoleh perhatian. Iran jangan sampai hanya dibatasi pada sisi nuklir. Semua aksi ofensif Iran harus juga diperhatikan,” ujar Haley.

Akan tetapi, mayoritas anggota DK PBB, termasuk Inggris yang merupakan sekutu terdekat Amerika, menyatakan tetap mendukung JCPOA.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Thursday, 19 October 2017

Gelar Obama: Penjahat Internasional


Para pejabat pemerintahan Iran terus menyampaikan pernyataan menyerang AS. Yang terbaru, juru bicara parlemen Iran, Ali Larijani menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai "penjahat internasional." Imam Khomeini qs pernah memberikan julukan "setan besar" kepada Amerika Serikat sebelum terungkap skandal terbesar impor senjata Iran dari Amerika Serikat via Israel, sebuah skandal yang dikenal dengan nama "Iran Gate" atau "Iran Contra."

Isu tersebut terjadi pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Reagan menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk menyuplai senjata karena Iran membutuhkan senjata dalam perang melawan Irak dan ditukarkan dengan sejumlah warga negara Amerika yang ditahan di Libanon.

Ali Larijani mengecam Obama karena komentar-komentarnya mengenai Iran, dan ia memperingatkan bahwa Teheran harus waspada dalam konfrontasi dengan Washington, demikian menurut laporan kantor berita Fars, Minggu.

"Hari ini, AS berdiri menentang bangsa Iran, Obama harus tahu bahwa kami tidak menginginkan pesan-pesannya, kami justru ingin bisa mempercayai kata-katanya," kata Larijani dalam pidato di Provinsi Fars, selatan Iran, Sabtu.

Larijani mengatakan, menurut laporan yang sama, bahwa Washington melakukan pendekatan yang munafik terhadap isu nuklir di Iran, khususnya yang berhubungan dengan pasokan bahan bakar nuklir untuk reaktor penelitian Teheran.

"Mereka (AS dan negara-negara Barat sekutnya) mengirimkan dua negara (Turki dan Brazil) untuk berdialog dengan Iran mengenai masalah nuklir, tapi mereka tiba-tiba mengubah pendekatan mereka. Hal itu menunjukkan bahwa mereka hanya ingin menipu," kata Larijani.

Juru bicara parlemen tersebut mengatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut mengirimkan sinyal bahwa dalam berhadapan dengan AS, diperlukan sikap berhati-hati.

Komentar Larijani disampaikan setelah pesan yang dikirimkan Obama untuk Iran. Pesan Obama tersebut berisi ketertarikan Washington untuk merangkul rakyat Iran demi menggulingkan pemerintah.

"Berani-beraninya Obama mengatakan ingin membantu bangsa Iran. Dia harus tahu bahwa dia itu penjahat internasional," demikian kata Larijani seperti dikutip kantor berita ISNA saat ia mengunjungi Kota Shiraz.

"Amerika memperlihatkan tindakan yang layak diganjar dengan medali kejahatan internasional," katanya.

Pernyataan Larijani tersebut disampaikan sehari setelah pemimpin Amerika itu mengatakan kepada kantor berita BBC berbahasa Persia bahwa pintu diplomasi dengan Teheran masih terbuka terkait perselisihan nuklir dengan komunitas internasional.

"Yang menjadi pilihan kami adalah menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur diplomatik. Saya rasa iu yang diinginkan Iran. Saya rasa itu juga yang diinginkan oleh komunitas internasional," kata Obama.

"Menurut saya hal itu tetap mungkin, tapi membutuhkan perubahan pola pikir di dalam pemerintahan Iran," kata Obama.

Hubungan antara Teheran dan Washington menjadi semakin buruk sejak masa kepresidenan Mahmoud Ahmadinjead pada 2005 silan, ditambah dengan upaya kerasnya untuk mendapatkan program nuklir Iran.

Saat menghadiri sesi Majelis Umum PBB di New York pekan lalu, Ahmadinejad mengatakan, Teheran terbuka untuk melakukan pembicaraan nuklir yang baru, dengan catatan bahwa AS dan negara-negara Barat menghormati Iran.

Pekan lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad membantah bahwa negaranya telah melanggar aturan internasional mengenai senjata nuklir, ia memperingatkan bahwa jika ada yang mengatakan akan menyerang fasilitas nuklir negaranya, maka hal itu akan memantik perang "tanpa batas".

Menurut pemberitaan The Telegraph, saat ditanya mengenai bagaimana reaksi Iran terhadap serangan dalam bentuk apa pun yang dilakukan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran dengan dukungan AS, Ahmadinejad mengatakan, "Amerika Serikat tidak pernah memasuki perang sesungguhnya, tidak di Vietnam, tidak pula di Afghanistan, bahkan tidak juga Perang Dunia II."

"Perang tidak hanya mengebom tempat tertentu. Saat perang sudah dimulai, maka tidak akan ada batasannya. Anda kira akan ada yang menyerang Iran? Saya rasa tidak. Rezim Zionis adalah titik yang amat kecil di peta, begitu kecilnya hingga tidak masuk dalam hitungan," kata Ahmadinejad.

(The-Telegraph/BBC/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

ISIS Ancam Teror Final Piala Dunia 2018 di Rusia


Pasca terusir dari kota Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah, kelompok teroris ISIS pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi itu justru kembali melancarkan ancaman terkait putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Lewat media sosial ISIS menyebarkan foto seorang pria membawa senapan serbu dan sebuah gambar bom dengan bendera hitam ISIS.

Foto pria bersenjata itu kemudian dibuat seolah dia berdiri di depan Volgograd Arena sebuah stadion sepak bola di wilayah selatan Rusia.

Selain itu, sebuah gambar logo Piala Dunia melengkapi foto tersebut sehingga membuat ancaman ISIS semakin nyata.

Piala Dunia 2018 akan digelar di 11 kota Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli dengan partai final digelar di Stadion Luzhniki, Moskwa.

Ratusan ribu penggemar sepak bola diperkirakan bakal membanjiri Rusia untuk mendukung tim kesayangan mereka.

Pada April lalu sebuah bom koper meledak di stasiun kereta api bawah tanah di kota terbesar kedua Rusia, St Petersburg dan menewaskan 14 orang.

ISIS mengklaim ledakan bom itu merupakan balasan serangan udara Rusia di Suriah. Rusia memang dikenal sebagai sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pekan lalu, ISIS juga merilis foto propaganda yang menampilkan foto Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dipenuhi lubang peluru.

Foto itu disebar lewat situs-situs pro-ISIS dan layanan pesan Telegram yang mengajak para pendukungnya mengambil kesempatan apapun untuk menyerang AS dan Rusia.

Selama ini banyak warga Rusia dan bekas Uni Soviet, terutama dari wilayah-wilayah di Asia Tengah, pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sejumlah pakar meyakini tak kurang dari 2.400 warga Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet bergabung dengan ISIS hanya sepanjang 2015.

(Telegram/Islam-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Lembaga Amnesti Internasional Tegaskan Boikot Senjata Myanmar


Pasukan keamanan Myanmar melakukan kejahatan dan pembantaian terhadap ratusan warga muslim Rohingya ketika mereka sedang melarikan diri dari negara ini. Persenjataan Myanmar harus diboikot.

Demikian pernyataan laporan Lembaga Amnesti Internasional seperti dilansir oleh The Guardian hari ini.

Dalam laporan yang disebarkan hari ini tersebut, Lembaga Amesti Internasional menyandarkan diri kepada data yang diperoleh dari 120 pria dan wanita Rohingya yang dalam beberapa minggu terakhir telah melarikan diri ke Bangladesh.

Lembaga Amnesti Internasional juga telah melakukan wawancara dengan 30 personel medis, sukarelawan, wartawan, dan petinggi Bangladesh untuk menulis laporan yang berjudul “Duniaku Telah Berakhir” tersebut.

Lembaga Amnesti Internasional juga menyinggung foto-foto yang diperoleh dari satelit dan mendokumentasikan rumah-rumah warga Rohingya yang dibakar dan warga yang dilalimi.

Dalam laporan ini juga disebutkan bahwa kaum wanita dan anak-anak perempuan di beberapa desa Rohingya memperoleh perlakuan pelecehan seksual.

Matthew Wales, seorang peneliti krisis di Lembaga Amnestia Internasional yang pernah hidup di perbatasan Myanmar dan Bangladesh selama beberapa minggu, menjelaskan, kelompok HAM ini juga akan menyiapkan sebuah laporan terpisah untuk meneliti kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para komandan militer Myanmar yang berpesan dalam kejahatan Myanmar ini.

“Ratusan warga Rohingya terluka lantaran terkena peluru. Para dokter menegaskan bahwa mereka ditembak dari arah belakang ketika sedang melarikan diri,” ujar Wales.

(The-Guardian/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Wednesday, 18 October 2017

Konferensi Alumni Al-Azhar Mesir Soroti Fenomena Takfir


Konferensi Internasional yang dihelat Organisasi Internasional Alumni al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia akan fokus persoalan keagaman terkini salah satunya adalah fenomena pengafiran antarsesama Muslim (takfir).

Sekjen Ikatan Alumni al-Azhar Cabang Indonesia, Muchlis M Hanafi, mengatakan gejala yang tengah melanda sebagian umat tersebut berpotensi merusak persaudaraan sesama.

“Nalar takfîr sebenarnya merupakan cara berpikir lama yang akhir-akhir ini muncul kembali di tengah-tengah kita dengan wajah baru,” kata penyabet gelar doktoral bidang tafsir Universitas al-Azhar Mesir ini saat berbincang dengan Republika.co.id di Jakarta, Selasa (17/10).

Menurut dia, fenomena kemunculan kembali nalar takfîr ini di antaranya disebabkan oleh semakin menguatnya dominasi pemikiran sebagian kalangan Islam yang cenderung kaku, anti-dialog, alergi pada hal-hal yang baru, serta suka memilah-milah masyarakat menjadi masyarakat mukmin dan masyarakat kafir

Persoalan lain yang turut menjadi fokus dalam konferensi yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Mataram, Nusa Tengara Barat, 17-20 Oktober 2017 ini, unugkap dia, adalah problematika fatwa yang tidak bertanggungjawab di tengah-tengah era digital.

Fatwa-fatwa tersebut disebarkan melalui media sosial dan sebagainya tanpa memperhatikan atau pun mempertimbangkan kondisi sosial-politik dan keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, kata dia, diperlukan upaya yang lebih signifikan, konkret, dan masif untuk mengetengahkan Islam yang benar dan moderat. Toleransi dan moderasi adalah nilai inti dan dasar dari ajaran Islam. Nilai ini perlu dikembangkan untuk mengatasi beberapa persoalan umat, seperti gejala radikalisme keagamaan, takfir, ekstrimisme, dan sebagainya.

“Hanya dengan mengedepankan toleransi dan moderasi Islam ini, perdamaian dunia akan tercapai,” tutur dia.

Ketua Pelaksana Konferensi Fauzan Zakaria menjelaskan selain persoalan takfir dan fatwa, isu lain yang masuk dalam bahasan konferensi ini adalah persoalan dakwah dan Dai di masa modern, aktualisasi dakwah di era teknologi, dan kesalahpahaman konsep dan penerapan jihad.

Fauzan mengatakan sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir dalam konferensi yang merupakan hasil kerjasama OIAAI Cabang Indonesia dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.

Di antaranya Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj, mantan ketua MK Mafhud MD, matan ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra. Hadir dari perwakilan Al-Azhar, Deputi Grand Syekh al-Azhar Abbas Abdullah Shauman, mantan rektor Universitas Al-Azhar.

Selain itu, konferensi ini juga akan dihadiri oleh delegasi dari sejumlah negara di mana terdapat cabang Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar seperti Mesir, Irak, India, Jepang, kemudian delegasi dari negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darusalam.

(Republika/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Picture Post Terbaru


Popular Posts

Popular Pos Bulan Ini

Jadwal Sepak Bola

Top News Terkini

Menjijikan!!! Beginilah Gambaran Budak Sex Menurut Kaum Saudi Salafi Wahabi dan ISIS Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani? Berikut Penjelasan Saksi Mereka Gus Dur (1993) Mempersilahkan Warga NU Untuk Masuk Syi’ah Asal Jangan Salafi (Wahabi) dan Khawarij. Silahkan Baca Pernyataan Gus dur Mengenai Ahlus Sunnah dan Syiah Yang Dicantumkan Dua Sifat Yang Harus Dimiliki Syi’ah Inilah Daftar Syiah Palsu Bikinan Inggris dan Amerika (Pengikut Israel Berkedok Syiah, Syiah Iran dan Syiah Irak) Galeri Adnan Oktar (Harun Yahya) Ada Dipihak Yahudi, Ia Seorang Mason (Freemason). Simak Galerinya! Ulama Wahabi: Boleh Menyetubuhi Mayat Istri 6 Jam Setelah Meninggal Jokowi Anak PKI Itu Hoax, Prabowo Anak Pemberontak Itu Fakta! Berikut Bukti-Bukti! Mamah Dedeh Melarang Muslim Jadi Dokter Hewan, Ini Tanggapan Ketua PB PDHI Heboh! Pria Ini Beristri 39, Tinggal Serumah dengan 100 Kamar, Satu Istri Digilir Seminggu. Begini Penampakannya! Ketahuan Lagi, 5 Aset Boss First Travel Yang Ditimbun. Yang Nomor 4 Gak Nyangka! Berapa Lama Lagi Kemunculan Imam Zaman afs Akan Terjadi? Ditanya Tabiat Wahabi, Ini Jawaban KH Maimoen “Mbah Moen” Zubair Terkuak! Pengakuan Tetangga Tentang Asma Dewi, Mulai Soal Anak dan Suami Sampai Soal Rumah Palsu Kena Skak Mat, Fahri Hamzah Balas Cuitan Mahfudz MD Dengan Serang Pribadinya Begitu Emosional Habib Riziq :Kalau Ahok Bebas, Saya Habib Rizieq Tidak Akan Tinggal Di Indonesia Lagi Akun Ini Posting Soal Fotonya dan Presiden Jokowi, Ridwan Kamil Ngamuk di Instagram Apakah Imam Mahdi Memiliki Istri dan Anak? Ritual Duka Imam Husain di Eropa dan Kanada Sebut Bantuan Jokowi ke Rohingya Hanya Pencitraan, Berikut Klarifikasi Prabowo Kecewa Dengan Amien Rais, Mantan Wapres Try Sutrisno Bongkar Keburukan Amien Rais di Acara Silaturrahmi Nasional TNI Kami Bersama Rakyat Arab Saudi Untuk Gulingkan Al Saud Ternyata DN Aidit ‘PKI’ Berfaham Wahabi Cara Bijak Leluhur Jawa ‘Melawan Lupa’ Tragedi Karbala “Tathbir” di Luar Ajaran Syi’ah dan Bertentangan Dengan Islam

GROUP ABNS



Advertisement

Commet Facebook Umum ABNS

Tags ABNS

 
close
Pasang Iklan Disini